Kawal Peringatan HUT ke 81 RI, PLN P2B Terjunkan 906 Personel Pastikan Listrik Andal

PLN Kawal HUT ke 81 RI se Tanah Papua
PLN menyiagakan personel dan berbagai peralatan pendukung sebagai bagian dari kesiapan pengamanan kelistrikan dalam rangka HUT ke 81 RI. Kesiapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi optimal dan dapat digunakan dengan cepat apabila terjadi gangguan selama masa siaga / Foto : Humas PLN

Koreri.com, Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat (P2B) memastikan kesiapan pasokan listrik yang andal dan aman di seluruh Tanah Papua.

Ratusan personel dan beragam peralatan telah disiagakan untuk mengamankan 63 lokasi prioritas yang tersebar diseluruh provinsi, termasuk lokasi pelaksanaan upacara dan objek vital lainnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIW P2B, Roberth Rumsaur, menegaskan komitmen PLN dalam memberikan pelayanan kelistrikan terbaik selama momen bersejarah ini.

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan menyiagakan seluruh sumber daya yang ada. Fokus kami adalah memastikan perayaan HUT RI ke-81 di seluruh penjuru tanah Papua dapat berjalan khidmat dan lancar tanpa adanya hambatan pasokan listrik,” ujar Roberth.

Kesiapan personel PLN ditunjukkan melalui apel bersama sebelum pelaksanaan masa siaga HUT ke 81 RI. Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan setiap petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan serta kontinuitas pasokan listrik selama rangkaian perayaan kemerdekaan / Foto : Humas PLN

Demi merealisasikan komitmen tersebut, masa siaga kelistrikan ditetapkan mulai 3 hingga 18 Agustus 2026 guna memastikan seluruh sistem beroperasi secara optimal.

Selama periode siaga ini, PLN mengerahkan total 906 personel yang terdiri dari 205 personel PLN, 665 Tenaga Alih Daya (TAD), dan 36 personel PDKB TM. Seluruh personel akan bersiaga 24 jam penuh di 65 posko siaga kelistrikan untuk menjamin respons cepat di lapangan.

Lebih lanjut, Roberth menjelaskan bahwa kesiapsiagaan operasional ini tidak hanya terbatas pada personel, tetapi juga meliputi peralatan, armada, hingga infrastruktur pendukung secara berlapis.

“Material cadang gangguan tersedia dalam jumlah cukup untuk kategori distribusi, gardu induk, transmisi, dan pembangkit. Kami memastikan seluruh infrastruktur pendukung ini dalam kondisi prima dan siap digunakan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi komprehensif, PLN turut menyiagakan 8 distributor control center dan 1 command center sebagai pusat pemantauan yang didukung oleh 116 kendaraan operasional, 74 unit genset, 36 unit gardu bergerak (UGB), serta 22 unit uninterruptible power supply (UPS).

Petugas PLN memantau kondisi sistem kelistrikan melalui Command Center PLN UIW Papua dan Papua Barat. Aktivitas ini dilakukan untuk memastikan kondisi sistem terpantau secara real-time, sekaligus mendukung koordinasi dan respons cepat dalam penanganan gangguan selama masa siaga HUT RI ke-81. / Foto : Humas PLN

Kesiapan infrastruktur operasional tersebut juga diperkuat oleh neraca daya kelistrikan yang aman.

Saat ini, total beban puncak di seluruh sistem Papua dan Papua Barat diproyeksikan sebesar 318,11 MW dengan daya mampu pasok mencapai 425,59 MW.

Kondisi ini menghasilkan cadangan daya sebesar 107,48 MW, yang dipastikan lebih dari cukup untuk menjamin kebutuhan listrik Masyarakat.

“Dengan persiapan personel dan infrastruktur yang matang, kami berharap masyarakat dapat merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita dan terang benderang,” tutup Roberth.

Di samping kesiapan internal, PLN juga mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan setiap kendala kelistrikan yang terjadi di lingkungannya.

Pelanggan dapat memanfaatkan kemudahan akses pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123 agar setiap gangguan dapat segera dipetakan dan ditangani oleh tim siaga secara real-time.

RLS

Exit mobile version