Koreri.com, Sorong – Prestasi kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Papua Barat Daya (PBD) di tingkat nasional dinilai menjadi bukti bahwa provinsi termuda di Tanah Papua tersebut mampu bersaing di panggung nasional.
Legislator Cartensz Malibela, S.IP mengapresiasi capaian peserta MTQ Korpri PBD yang tampil dalam MTQ Korpri Nasional di Sulawesi Selatan, 24 – 30 Agustus 2026.
Dalam ajang yang diikuti peserta dari 38 provinsi serta kementerian dan lembaga tersebut, kontingen PBD berhasil menorehkan prestasi pada sejumlah cabang yang diikuti.
“Ini luar biasa. Kita patut bersyukur karena Papua Barat Daya bisa masuk dalam kategori terbaik tiga untuk dua kategori dan terbaik harapan dua untuk satu kategori,” kata Cartensz Malibela kepada Koreri.com melalui telepon selulernya, Minggu (30/8/2026).
Anggota kelompok khusus DPRP PBD itu mengatakan, capaian tersebut menunjukkan keikutsertaan provinsi termuda di Indonesia itu dalam MTQ Korpri Nasional bukan sekadar memenuhi partisipasi, tetapi mampu membawa nama daerah dan mencatatkan prestasi di tengah persaingan nasional.
Ia menilai keberhasilan tersebut layak mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov PBD. Ia bahkan mendorong agar kepulangan para peserta disambut dan diberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah.
“Kita pikir pemerintah provinsi harus menyambut mereka. Kedatangan mereka harus disambut dan harus ada apresiasi untuk mereka,” ujarnya.
Cartensz menegaskan, prestasi tersebut merupakan capaian yang patut dibanggakan mengingat MTQ Korpri Nasional mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk kementerian dan lembaga.
“Nama Papua Barat Daya sudah mereka harumkan. Artinya, mereka bukan hanya ikut untuk berpartisipasi dalam kegiatan nasional, tetapi mampu menunjukkan prestasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Cartensz berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian penghargaan terhadap para peserta yang berprestasi.
Dia berharap, kegiatan keagamaan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat perlu terus didukung karena memiliki nilai penting dalam memperkuat kebersamaan dan solidaritas di Papua Barat Daya.
“Kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini dalam rangka menjaga kebersamaan dan solidaritas masyarakat Papua Barat Daya perlu mendapatkan dukungan dan perhatian dari pemerintah,” pungkasnya.
KENN
