Koreri.com, Ambon – Sebanyak 33 peserta ambil bagian dalam Lomba Tari Kreasi PAUD dan TK, yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 451 Kota Ambon, Sabtu (29/8/2026).
Peserta berasal dari PAUD dan TK se-Kota Ambon.
Perlombaan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kreasi tari anak-anak. Antusiasme peserta mendapat apresiasi dari Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena.
Lisa mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, perlombaan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, sekaligus rasa percaya diri sejak usia dini.
“Yang kalah semua menang. Karena bagi Bunda PAUD, anak-anak yang hadir hari ini adalah pemenang semua,” ujar Lisa.
Ia meminta anak-anak yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Menurutnya, pengalaman tampil di hadapan orang banyak merupakan sebuah keberhasilan tersendiri bagi anak-anak.
Lisa pun mendorong para peserta untuk terus berlatih dan kembali mengikuti perlombaan pada tahun berikutnya.
“Yang belum beruntung di lomba hari ini, nanti tahun depan kamu ikut lagi ya, biar jadi juara. Intinya anak-anak berlatih,” katanya.
Lisa berharap jumlah peserta dalam kegiatan serupa dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Semakin banyak peserta, kata dia, semakin besar pula kesempatan anak-anak Kota Ambon untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kreativitas mereka.
“Bunda berharap tahun depan lebih banyak lagi yang ikut mendaftar dan mengikuti lomba ini,” ungkapnya.
Lisa menjelaskan, Lomba Tari Kreasi PAUD dan TK merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Ambon bersama Tim Penggerak PKK Kota Ambon dalam menyambut HUT ke-451 Kota Ambon.
Rangkaian perlombaan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak PAUD, SD, SMP, dewasa hingga lansia.
Menurut Lisa, keterlibatan seluruh kelompok masyarakat tersebut merupakan bagian dari semangat “Ambon Par Samua”, bahwa perayaan hari jadi Kota Ambon bukan hanya menjadi milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat.
“Katong ada dalam tagline ‘Ambon Par Samua’. Jadi, Kota Ambon bukan hanya milik Pemerintah Kota Ambon, tapi milik katong semua yang menjadi warga Kota Ambon, termasuk anak-anak yang hadir pada hari ini,” tuturnya.
Lisa menegaskan, anak-anak merupakan generasi penerus yang harus dijaga, dirawat dan dibesarkan dengan baik. Mereka, kata Lisa, akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan Kota Ambon.
“Karena mereka inilah generasi-generasi yang menjadi maskot Kota Ambon yang harus katong jaga, katong rawat, katong besarkan mereka dengan baik,” kata Lisa.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak.
Bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana mereka menikmati proses belajar, bermain, berkesenian dan berkompetisi dalam suasana yang menyenangkan.
“Yang penting hari ini anak-anak ada dalam suasana senang dan gembira,” pungkasnya.
JFL
