Koreri.com, Timika – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob – Emanuel Kemong siap pimpin apel perdana gabungan seluruh ASN dan honorer tanggal 8 April 2025 mendatang.
Bupati Johannes Rettob, mengatakan libur bersama hari raya Idul Fitri 1446 H cukup lama hingga tanggal 7 April dan tanggal 8 April kembali masuk aktivitas kantor seperti biasa.
“Jadi, bagi ASN yang mau libur ingat tanggal 7 April sudah harus di Timika, Papua Tengah karena tanggal 8 April itu apel perdana,” tegasnya di Timika, Kamis (27/3/2025).
“Bagi ASN yang tidak bisa hadir apel perdana tanggal 8 April, mulai sekarang bisa ajukan cuti. Jangan izin, nanti semua pegawai minta izin,” sambung Bupati Rettob.
Ia juga berpesan kepada pegawai negeri dan seluruh honorer di lingkungan Kabupaten Mimika harus disiplin.
“Saya tidak mau lihat pegawai yang tidak disiplin. Mulai dari sepatu, biar kita (ASN) pakai batik tapi harus pakai juga papan nama, kita pakai tanda Korpri sebagai abdi negara,” pesan Bupati.
“Apel perdana tanggal 8 saya akan cek kedisiplinan ASN, jangan pakai sepatu coboy, warna-warni lagi,” sambungnya.
Bupati berharap dalam masa kepemimpinannya seluruh ASN dan honorer beretika yang baik dalam melaksanakan tugas dengan semangat baru.
“Jadi, mulai sekarang buang semua rasa baku iri, cemburu, duduk cerita sana-sini (gosip, red) karena itu bukan pekerjaan ASN,” imbuhnya.
Bupati lantas mengajak ASN hingga honorer untuk kerjasama bangun Mimika.
“Kita (ASN) abdi negara juga honorer, mari kita kerjasama dan maju bersama untuk membangun Kabupaten Mimika secara bersama sesuai motto pegawai negeri, Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia, kalian adalah abdi negara yang jadi pelayan masyarakat,” ajaknya.
Untuk itu, tegas Bupati, dalam masa pemerintahan Johannes Rettob – Emanuel Kemong tidak boleh ada yang persulit masyarakat untuk mendapatkan pelayanan.
“Jadi, saya tidak mau dalam pemerintahan kita (Johannes Rettob – Emanuel Kemong) ada masyarakat yang datang mau ketemu pimpinan OPD susah minta ampun,” tegasnya mengingatkan.
Bupati Rettob mengingatkan resiko yang bakal diterima.
“Lebih gampang ketemu Bupati daripada kepala dinas, saya tidak mau melihat hal itu terjadi. Kalau sampai saya dengar pimpinan OPD sulit ditemui berarti sudah tahu resikonya,” tukas Rettob.
EHO