DPMPTSP PBD Bantu 12 UMKM OAP Peralatan Produksi, Wagub Tegaskan Soal Prioritas

Wagub Nausrau 12 UMKM OAP
Penyerahan bantuan beralatan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausaru berlangsung di kantor DPMPTSP PBD, Kota Sorong, Selasa (6/5/2025) / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menyerahkan bantuan peralatan produksi pada pelaku usaha UMKM orang Asli Papua (OAP) di wilayah itu.

Penyerahan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau berlangsung di kantor DPMPTSP PBD, Kota Sorong, Selasa (6/5/2025).

Kepala DPMPTSP PBD Menase Jitmau dalam laporannya merincikan total sebanyak 12 UMKM OAP menerima bantuan dimaksud yang bersumber dari dana Otonomi Khusus tahun anggaran 2024.

Adapun tujuan dari pemberian bantuan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya OAP.

“Jadi dengan bantuan ini diharapkan pelaku usaha UMKM ini dapat berkembang dan menghasilkan ekonomi yang lebih baik di tanah mereka sendiri,” rincinya.

Manase juga berharap adanya dukungan tetap dari Pemerintah Provinsi PBD secara khusus perhatian dari Gubernur maupun Wakil Gubernur kepada pelaku usaha di daerah ini.

“Jika hari ini baru ada 12 UMKM maka kedepannya dapat bertambah jumlahnya. Dan ini dilakukan karena potensi dari OAP ini sebenarnya banyak dan dengan adanya dukungan dari Pemerintah daerah tentunya mereka dapat berkembang dan maju,” imbuhnya.

Mewakili Pemprov PBD, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau menyampaikan bahwa yang menjadi  mimpi besar dirinya dari Gubernur Elisa Kambu untuk 5 tahun ke depan adalah komitmen mewujudkan Papua Barat Daya yang maju, mandiri, Sejahtera berbasis pertumbuhan ekonomi lokal sebagai upaya pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan

“Jadi, ini adalah mimpi besar kami yang kemudian diterjemahkan dalam upaya yang kita sebut sebagai dari visi itu. Kemudian kita turunkan menjadi beberapa misi dari misi itu salah satunya adalah meningkatkan ekonomi kreatif termasuk di dalamnya adalah pemberdayaan ekonomi, peningkatan ekonomi kreatif untuk orang asli Papua,” urainya.

Wagub Nausrau 12 UMKM OAP2Wagub kemudian menjelaskan alasan pihaknya memprioritaskan itu.

“Kenapa ini menjadi prioritas kami? Karena negeri kita ini negeri yang kaya, potensi sumber daya alamnya luar biasa. Potensi sumber daya alam yang besar ini harus kita manfaatkan, harus kita gunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di tanah ini,” tegasnya.

Wagub menekankan pula bahwa kekayaan yang dimiliki PBD saat ini adalah untuk dinikmati bersama.

“Tetapi untuk bisa menikmati potensi kekayaan alam kita yang besar untuk kesejahteraan kita maka harus kita meningkatkan sumber daya manusianya. Dan ada 12 UMKM yang sebelumnya sudah dilakukan pembinaan di Jakarta untuk pelatihan-pelatihan untuk kemudian bagaimana memproduksi berbagai hal  dalam rangka untuk peningkatan usaha itu sendiri,” tekannya.

Dan setelah melalui proses pembinaan yang panjang selama  kurang lebih 1 bulan di Jakarta, maka selanjutnya Pemerintah PBD memfasilitasi dengan bantuan peralatan produksi.

Hal ini dimaksudkan untuk membekali bapak ibu semua untuk kemudian tadi dengan ilmu yang tadi sudah bapak ibu dapat lalu dibantu dengan alat-alat produksi ini untuk kemudian tinggal mengaplikasikannya. Dengan harapan, masing-masing pelaku UMKM bisa mengembangkannya hingga meningkatkan produksinya.

“Sebagai contoh hari ini ada dodol sirsak yang dibuat oleh UMKM yang sudah dibina. Kalau kita jual buah sirsak saja orang yang beli tidak terlalu besar pemasukannya. Dan jika  tidak dibeli satu dua hari kalau sudah masak busuk nilai jualnya bisa jadi tidak ada bahkan mungkin rendah. Tetapi kalau sudah diproduksi seperti ini, maka nilai jualnya menjadi jauh lebih tinggi dan punya nilai ekonomis lebih hingga bisa menambah pendapatan. Semua inilah sesungguhnya yang diharapkan bersama,” tambahnya.

Wagub Nausrau 12 UMKM OAP3Wagub pun berharap nantinya masyarakat kemudian semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha kecil, mikro dan menengah sehingga  menambah pendapatan serra meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Melalui pemberian bantuan ini, kita harapkan ini hanya menjadi stimulus. Kalau kita lihat jumlahnya barangkali tidak banyak, tetapi ini adalah upaya Pemerintah untuk bagaimana kemudian bisa membantu bapak ibu,” pungkasnya.

Adapun bantuan peralatan yang diberikan, yaitu :

1. Mesin Pengaduk Selai sebanyak 5 unit

2. Freezer 100 L sebanyak 4 unit

3. Oven Listrik sebanyak 3 unit

4. Kompor gas sebanyak 5 unit

5. Mixer kue sebanyak 3 unit

6. Blender sebanyak 5 unit

7. Spinner minyak 4 unit

8. Baskom Stainless 12 unit

9. Pisau stainless 12 unit

10. Timbangan kue 12 unit

11. Heatgun 5 unit

12. Loyang kue 6 pcs

13. Mesin Sealer 7 unit

14. Rolling Pin Kue 3 unit

15. Wajan Stainless 4 unit

ZAN