Koreri.com, Sorong – Musibah kebakaran yang menghanguskan 10 rumah di Jalan Misol, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (20/7/2026) malam butuh perhatian semua pihak.
Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua Barat Daya Faujia Helga Br Tampubolon Umlati menyempatkan waktu mengunjungi korban di lokasi kebakaran, Rabu (22/7/2026).
Walaupun sudah mengunjungi korban pada Selasa (21/7/2026) namun Legislator Senayan ini kembali didampingi Ketua DPD Demokrat PBD Abdul Faris Umlati bersama fungsionaris partainya untuk menyerahkan sejumlah bantuan yang menjadi kebutuhan dasar para korban.
Dalam kunjungan itu, Faujia menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terdampak musibah, khususnya terkait tempat tinggal dan bantuan dasar yang hingga kini masih sangat dibutuhkan.
Menurutnya, saat ini sebagian warga masih bertahan di posko pengungsian dan menggantungkan kebutuhan hidup dari bantuan yang diberikan berbagai pihak. Namun, wakil rakyat murah senyum itu menilai perhatian yang diberikan perlu dipercepat agar masyarakat tidak berlarut-larut dalam kondisi sulit.
“Untuk sementara mereka memang masih membutuhkan posko dan bantuan-bantuan. Tapi yang paling utama adalah kebutuhan tempat tinggal. Itu yang menjadi harapan besar masyarakat,” ucap Faujia kepada awak media di lokasi kebakaran.
Politisi Demokrat ini menambahkan, penyediaan hunian tetap memang tidak bisa dilakukan secara instan. Meski demikian, Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan terarah.
Lebih lanjut, Faujia menegaskan bahwa musibah yang terjadi merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun di sisi lain, kondisi ini menjadi ujian bagi semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat, dalam menunjukkan kepedulian dan solidaritas sosial.
“Ini adalah ujian bagi kita semua, bagaimana menunjukkan empati, simpati, dan gotong royong. Di daerah ini banyak potensi, baik dari pemerintah daerah maupun pelaku usaha. Semua harus ikut ambil bagian,” tegasnya.
Dari sisi dukungan Pemerintah pusat, Faujia menyebut DPR RI dapat mendorong program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai salah satu solusi. Namun, realisasinya tetap membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak dapat diusulkan melalui program rumah khusus, dengan catatan status lahan harus jelas atau clean and clear.
“Kalau lahannya sudah jelas, tentu bisa kita usulkan pembangunan rumah khusus. Tapi semua harus sesuai ketentuan dan melalui proses yang ada,” tandasnya.
Helga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kerja sama dalam menangani dampak musibah, sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
KENN



























