Gubernur Papua Tengah Target Sengketa Tapal Batas Kapiraya Tuntas Sebelum Desember

IMG 20260908 WA0065

Koreri.com, Deiyai – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menargetkan sengketa tapal batas Kapiraya yang melibatkan wilayah Deiyai, Dogiyai, dan Mimika dapat diselesaikan sebelum Desember 2026.

Penyelesaian akan mengedepankan batas adat dan pendekatan dialog agar persoalan wilayah tidak berkembang menjadi konflik antarmasyarakat.

Target tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026).

Dalam pertemuan dengan masyarakat di Aula Tuyana, Waghete, ia mengatakan Pemerintah provinsi akan mempertemukan tiga kepala daerah untuk mencari solusi bersama.

“Bicara soal tapal batas Kapiraya, kita akan selesaikan sebelum Desember 2026 yang mengacu pada batas adat, bukan batas pemerintah,” kata Gubernur.

Ia mengatakan penyelesaian sengketa akan ditempuh melalui pendekatan pemerintahan dan adat sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterima seluruh pihak.

Pemprov Papua Tengah juga akan mengkaji pembangunan jalan penghubung Deiyai-Kapiraya.

Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Selain persoalan batas wilayah, kunjungan Gubernur Meki ke Deiyai menyasar sektor pendidikan dan ekonomi rakyat.

Di Gakokebo, Distrik Tigi Utara, ia meninjau Asrama SMP Teologi Kristen dan berdialog dengan pengelola yayasan serta guru.

Pemprov Papua Tengah sebelumnya telah mengalokasikan Rp700 juta dan berencana menambah dukungan anggaran pada 2027 untuk kebutuhan makan-minum siswa serta pengelolaan asrama.

Gubernur Meki juga menekankan pentingnya kebersihan dan perawatan fasilitas, termasuk penyediaan mesin cuci, sabun serta sarana sanitasi.

Di sektor ekonomi, ia mengunjungi Meubel Perahu Rakyat, Galeri Budaya dan Pasar Mama-Mama Papua di Distrik Tigi serta berdialog dengan pelaku usaha untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat kebutuhan fasilitas pendukung.

“Pembangunan tidak berhenti pada fisik. Dukungan terhadap pendidikan, pelestarian budaya, dan penyediaan ruang usaha bagi mama-mama Papua adalah bagian penting memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Meki juga memberikan laptop kepada 18 pelajar dan dua guru pendamping asal Deiyai yang meraih Juara Umum Festival Cahaya Kreasi Pelajar SMA/SMK Papua Tengah 2026 di Nabire.

“Gunakan laptop ini untuk hal-hal positif, terutama belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan mengembangkan kemampuan diri,” katanya.

Pemprov Papua Tengah turut memberikan bantuan Rp5 miliar kepada panitia pembangunan Gereja Katolik Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata, Distrik Tigi Timur.

Selain itu, sebanyak 34 unit sepeda motor diserahkan secara simbolis kepada pemuda Deiyai.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan masyarakat di wilayah terpencil.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari agenda Pemprov Papua Tengah untuk memperkuat pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi rakyat, konektivitas hingga penyelesaian persoalan wilayah secara damai.

HMS