Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon terus mendorong agar rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 451 tidak hanya menjadi momentum hiburan dan sukacita, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
Wali Kota Bodewin Wattimena, mengatakan berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke 451 Ambon harus mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
“Tujuannya selain membuat kita semua bahagia dan bersukacita, tetapi yang terpenting juga apa dampaknya bagi masyarakat kita,” imbuhnya.
Menurut Wattimena, perayaan HUT daerah juga harus menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai capaian pembangunan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih dihadapi Kota Ambon.
Dengan demikian, setiap rangkaian kegiatan tidak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi dapat menjadi ruang interaksi masyarakat, menggerakkan aktivitas ekonomi dan memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Selain mendorong aktivitas ekonomi melalui berbagai kegiatan daerah, Pemkot Ambon juga terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Wattimena menyebut Kota Ambon baru saja memperoleh Financial Literacy Award dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Pemkot Ambon untuk terus memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.
Bagi pelaku UMKM, literasi keuangan menjadi hal penting agar usaha dapat dikelola secara lebih profesional, termasuk dalam memahami akses pembiayaan serta memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.
“Bagaimana kita membangun literasi keuangan di Kota Ambon sekaligus menciptakan inklusi keuangan yang merata, itu yang sedang kita dorong,” tutup Wattimena.
Pemkot Ambon berharap penguatan literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan seiring dengan pengembangan UMKM, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.
RLS












