Disdik Mimika Rincikan Realisasi Dana Otsus Pendidikan, Ini Progresnya

Alex Welerubun Kadis Pendidikan Mimika
Kepala Dinas Pendidikan Mimika Antonius Welerubun / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika menegaskan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk sektor pendidikan telah terealisasi dengan terlaksananya sejumlah kegiatan.

Dalam hal ini, progress dari realisasi anggaran dimaksud untuk mendukung akses pendidikan di wilayah pesisir dan pinggiran.

Kepala Disdik Mimika Anton Welerubun, menjelaskan, dana Otsus telah digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro yang bersekolah di sekolah swasta di Mimika.

Selain itu, pembangunan fisik seperti ruang kelas baru dan ruang guru juga sudah berjalan dengan progres perencanaan mencapai sekitar 30 persen.

“Jadi jangan dikatakan nol, karena kegiatan sudah ada yang berjalan. Di pesisir, pembangunan ruang kelas baru dan ruang guru sudah dilakukan. Ini semua karena sistem saja pekerjaan tidak terbaca,” tegasnya, Rabu (21/10/2026) merespon sejumlah oknum atau pihak yang mengklaim seolah-olah pekerjaan belum berjalan.

Sementara itu, lanjut Welerubun, hasil perhitungan ulang dan analisis anggaran menyebabkan dua kegiatan di wilayah pegunungan ditunda pelaksanaannya hingga 2027.

Kedua kegiatan tersebut sebelumnya telah dianggarkan dalam APBD Induk Tahun Anggaran 2026. Nilai anggaran untuk dua kegiatan yang ditunda itu diperkirakan mencapai sekitar Rp7 hingga 8 miliar.

“Penundaan dilakukan setelah adanya evaluasi dan penyesuaian anggaran, termasuk pengurangan pada sejumlah komponen pekerjaan bangunan,” sambungnya.

Terkait besaran anggaran, Welerubun menyebut total dana Otsus pendidikan mencapai sekitar Rp72 miliar, ditambah Rp30 miliar dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, Rp49 miliar sudah berjalan, Rp14 miliar masih dalam proses, sementara Rp9 miliar dan Rp30 miliar menunggu perubahan anggaran.

Ia menekankan pentingnya melihat keseluruhan data agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Yang jelas, kegiatan sudah berjalan. Jangan hanya melihat satu sisi lalu menyimpulkan seolah-olah tidak ada realisasi,” tekannya.

Dengan alokasi dana tersebut, Disdik berharap pembangunan pendidikan di wilayah pesisir dapat meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses belajar, serta memperkuat komitmen terhadap pemerataan pendidikan di seluruh daerah.

TIM