Rica Lokal Tembus Rp170 Ribu, Picu Inflasi Kota Sorong Meningkat

Inflasi Kota Sorong Meningkat2
Rombongan TPID Kota Sorong saat sidak ke Pasar Tradisional Remu dan Saga Supermarket Sorong, Rabu (21/10/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok menyusul tingginya inflasi daerah mencapai 5,47 persen, jauh di atas angka nasional sebesar 3,1 persen.

Untuk menekan angka inflasi yang tinggi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dikoordinir Kabag Perekonomian Daerah melibatkan sejumlah pemangku kepentingan diantaranya KSOP, Kejaksaan, Bulog, BPS, Imigrasi, Satpol PP, Tim Satgas Pangan Polda Papua Barat Daya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Remu dan Saga Supermarket Sorong, Rabu (21/10/2026)

Langkah ini dilakukan untuk selain menekan inflasi daerah juga menjaga stabilitas harga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 serta Lebaran nanti.

Inflasi Kota Sorong MeningkatAsisten III Setda Kota Sorong Musa Fonataba,S.P mengatakan dari hasil pemantauan TPID, ditemukan disparitas harga sejumlah komoditas, terutama rica atau cabai rawit.

Di pasar yang dipantau, harga rica lokal asal Kabupaten Sorong mencapai Rp170.000 per kilogram, sedangkan rica yang didatangkan dari Makassar dan Surabaya dijual Rp130.000 per kilogram.

Selain Rica, ada sejumlah komunitas lainnya seperti Bawang, tomat, telur dan jeruk yang harganya masih relatif bisa dijangkau masyarakat Kota Sorong.

“Harapan kami, melalui aksi dan kegiatan TPID ini, harga di pasaran bisa terkendali sehingga masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok,” ucap Musa.

Telur KorericomIa mencontohkan, harga barang di Saga Supermarket relatif stabil dan aktivitas pembelian masyarakat terpantau lebih tinggi dibandingkan sejumlah pasar tradisional Remu Sorong.

Tekanan inflasi di Kota Sorong, Kata Musa dipengaruhi perputaran uang dalam ekonomi lokal serta faktor cuaca, termasuk musim kemarau panjang yang berdampak pada pasokan dan harga sejumlah komoditas.

Pemkot Sorong akan mengoordinasikan organisasi perangkat daerah teknis bersama TPID untuk memperkuat pengawasan secara rutin. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Bawang Merah Putih KorericomSementara itu salah satu pedagang Kota Sorong, Maimuna mengatakan tingginya harga rica lokal dibandingkan dengan rica dikirim dari luar PBD karena berkualitas.

“Rica lokal dari Kabupaten Sorong masih segar sehingga kualitasnya bagus dibandingkan dengan Rica yang dikirim dari luar Papua Barat Daya,” ujarnya.

Maimuna mengungkapkan, rica lokal yang dibeli langsung dari petani dengan harga Rp 130.000/kilogram kemudian dijual di pasaran Rp 170.000 sampai 180.000/kilogram

Sedangkan rica dari Makassar dibeli dengan harga Rp 120.000/kilogram dijual Rp 140.000/kilogram.

KENN