Koreri.com, Timika – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah mengecam aksi teror berupa pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) ke Kantor Komnas HAM Papua.
Direktur YLBH Papua Tengah, Yoseph Temorubun menilai aksi tersebut merupakan tindakan pengecut dan tidak manusiawi yang berpotensi menghambat kerja-kerja penegakan HAM di wilayah tersebut.
Ia mendesak Presiden membentuk tim pencari fakta (TPF) guna mengungkap pelaku sekaligus mendalami pihak yang berada di balik aksi teror tersebut.
“Cara-cara lama seperti era Orde Baru bukan zamannya lagi. Perubahan zaman membutuhkan perubahan manajemen dalam menyikapi suara publik dan sikap Komnas HAM dalam menyuarakan dugaan pelanggaran HAM di Tanah Papua,” kecam Yoseph.
Ia juga menyerukan seluruh lembaga penggiat HAM di Indonesia memberikan dukungan kepada Komnas HAM Papua yang tengah menghadapi teror.
YLBH Papua Tengah mengusulkan aksi solidaritas berupa menyalakan lilin sebagai bentuk dukungan terhadap Komnas HAM Papua sekaligus pesan bahwa kerja-kerja penegakan HAM harus tetap berjalan tanpa intimidasi dan teror.
EHO
























