Koreri.com, Senggi – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 01, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), secara resmi menutup rangkaian kampanye mereka di Lapangan Senggi, Kabupaten Keerom, Sabtu (2/8/2025).
Dalam pidato penutupnya yang penuh makna dan emosional, BTM menyampaikan seruan harapan, refleksi perjuangan, serta tekad untuk memperjuangkan Papua yang adil dan bermartabat.
Mengawali pidatonya di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi kampanye, BTM menyapa hangat warga dari berbagai kalangan dan menyampaikan bahwa meskipun masa kampanye telah berakhir, semangat perjuangan masih terus menyala.
“Masa kampanye telah usai, namun semangat perjuangan belum selesai. Justru di titik inilah kita harus semakin merapatkan barisan,” ungkapnya dengan suara tegas.
BTM menyatakan bahwa kehadirannya hari itu bukan untuk membawa janji politik kosong, melainkan secercah harapan yang tulus dari hatinya untuk seluruh rakyat Papua.
“Kami tidak datang menjanjikan langit. Kami datang dengan kaki yang menapak di tanah, dengan tekad dan kerendahan hati, untuk berjalan bersama menuju Papua yang adil dan bermartabat,” cetusnya.
Selama masa kampanye, BTM–CK telah menempuh perjalanan panjang menyusuri berbagai pelosok Papua, dari Kepulauan Yapen, Waropen, Biak, Supiori, hutan dan lembah Mamberamo Raya, hingga pesisir Sarmi dan Kota Jayapura.
Setiap daerah, menurutnya, memberikan pesan dan harapan yang sama, rakyat Papua menginginkan perubahan yang berpihak pada mereka.
Namun Senggi, tempat terakhir kampanye mereka, dipilih secara khusus karena memiliki makna simbolis yang mendalam.
“Saya memilih Senggi bukan tanpa alasan. Tempat ini menjadi cermin dari seluruh kabupaten dan kota di Papua yang tengah menghadapi ancaman senyap dari tangan-tangan oligarki yang datang mengeruk kekayaan alam. Senggi adalah simbol: tenang, terpencil, namun sarat makna,” tegas BTM.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas masuknya aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Senggi, yang dianggap sebagai bentuk nyata dari perampasan ruang hidup rakyat Papua.
BTM menekankan bahwa pembangunan yang diinginkan bukanlah yang merusak, melainkan pembangunan yang bermoral dan beretika.
“Kita tidak anti kemajuan, tapi kita menolak perusakan yang membungkus diri dengan istilah investasi. Kita tidak menolak pembangunan, tapi kita menuntut pembangunan yang bermoral dan beretika,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan warga.
Menutup kampanye di Senggi, kata BTM, adalah sikap politik dan moral. Bahwa perjuangan yang mereka emban bukan demi kekuasaan, melainkan keberpihakan terhadap suara rakyat kecil, terutama mereka yang tinggal di pinggiran dan kerap dilupakan.
“Kami mendengar suara dari pinggiran. Dari sinilah suara itu kami bawa ke pusat harapan rakyat,” ucapnya.
Menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025, BTM menyerukan kepada masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan hati yang jernih dan keberanian yang utuh.
“Jangan biarkan suara anda dicuri, jangan biarkan kebenaran dibungkam. Jika Tuhan menghendaki dan rakyat memberi restu, kami akan menjadi pelayan yang bekerja, bukan penguasa yang memerintah. Dan jika takdir berkata lain, kami akan tetap melangkah dengan kepala tegak karena kami telah berjuang tanpa mengorbankan kehormatan kami,” tuturnya dengan penuh ketulusan.
Dalam penutup pidatonya, BTM menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh rakyat Papua:
“Kami titipkan Papua kepada rakyatnya sendiri: kepada ibu-ibu yang menanak nasi dengan doa, kepada pemuda yang menolak dibeli, kepada petani dan nelayan yang menggantungkan hidup dari tanah dan laut yang jujur, kepada ASN yang tetap teguh di tengah tekanan birokrasi, serta kepada guru dan tokoh adat yang setia menjaga nilai-nilai kebenaran,” pesannya.
Pidato tersebut mengakhiri seluruh rangkaian kampanye BTM–CK dengan nuansa spiritual dan moral yang kuat. Ia menutup dengan menyerahkan segalanya kepada keputusan rakyat dan kehendak Tuhan.
“Biarlah Tuhan menjadi penentu akhir dengan kasih dan keadilan-Nya. Salam perjuangan,” tutupnya.
TIM



























