Koreri.com, Ambon – Ketua DPRD Maluku Tengah (Malteng) Herry Men Carl Haurissa, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi dasar dalam melahirkan kebijakan publik yang tepat dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penegasan itu disampaikannya saat ditemui sejumlah awak media di pelataran ruang auditorium Universitas Pattimura Ambon, Rabu (28/1/2026).
Di momentum tersebut, ia hadir bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai wisudawan.
Keputusan untuk kembali menempuh pendidikan tinggi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual sebagai pemimpin daerah.
“Sebagai seorang wisudawan, saya berdoa dan berharap agar ilmu yang diperoleh benar-benar dikembangkan. Ilmu itu sangat penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kepentingan yang lebih luas,” imbuh Haurissa.
Apalagi posisinya sebagai Ketua DPRD Maluku Tengah yang tentunya menuntut kecerdasan, kapasitas serta kemampuan analisis yang kuat agar setiap kebijakan dan keputusan strategis yang diambil benar-benar berdampak positif bagi daerah.
“Saya merasa perlu membekali diri secara ilmiah agar mampu melaksanakan tanggung jawab dan mengambil keputusan yang tepat bagi Maluku Tengah. Saya berharap momen wisuda ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh wisudawan dan juga almamater,” harapnya.
Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, kata Haurissa, tidak boleh hanya disimpan sebagai gelar akademik, melainkan harus diimplementasikan dan didayagunakan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
“Jika kita tinggi ilmu, maka kita juga harus tinggi budi pekerti. Kita semua adalah anak-anak Indonesia,” cetusnya.
Dalam konteks ketenagakerjaan, ia mengakui bahwa setiap tahun perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura, melahirkan ribuan lulusan dari berbagai jenjang. Hal ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi menjadi pegawai.
“Menjadi sarjana, magister, atau doktor bukan semata-mata untuk menjadi pegawai. Ilmu itu harus dikembangkan. Kita bisa menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan,” dorongnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk di sektor pertanian, kelautan, dan perbankan, yang dapat dimanfaatkan oleh para lulusan untuk mengembangkan usaha berbasis ilmu dan potensi sumber daya alam.
Mahasiswa dan alumni Unpatti di semua jenjang memiliki peluang besar untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Maluku.
Sejak dulu, orang Maluku tidak boleh ragu soal keilmuan dan kapasitas. Dari sebelum kemerdekaan hingga sekarang, orang Maluku punya kemampuan dan potensi besar yang tidak boleh dipandang rendah.
Dengan penuh optimisme, ia menegaskan kembali bahwa keilmuan dan kapasitas masyarakat Maluku merupakan modal utama untuk membangun daerah dan bersaing secara nasional.
JFL














