Soroti Tiga Perusahaan Sawit, Senator ARK Minta Perhatian Pemerintah Daerah

ARK Soroti Tiga Perusahaan Sawit 1
Senator DPD RI Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong– Tindakan menejemen perusahan kelapa sawit yang saat ini beroperasi di wilayah Provinsi Papua Barat Daya sedangkan disoroti sejumlah pihak.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya,S.IP.,S.H juga angkat bicara terkait ulah perusahan kelapa sawit ini.

Dalam kunjungan kerjanya wilayah Moisigin, Salawati, Kurnia dan beberapa tempat di Kabupaten Sorong ada 62 hektar kebun sawit plasma maupun Mandiri milik masyarakat yang sudah 3 tahun belakangan ini mereka panen juga tidak jual ke tiga perusahan disitu yaitu PT Inti Kebun Sejahtera, PT Inti Kebun Sawit dan Sorong Global Lestari.

Dijelaskan Kambuaya bahwa menurut masyarakat pada tahun 2019 panen hasil kebun sawit mereka lalu jual terakhir ke tiga pabrik tapi tiga tahun belakangan ini tidak lagi karena ada perubahan kebijakan dari perusahaan sehingga ada yang sudah tebang pohon sawit 5 hektare ada yang 3 hektare.

Dikatakan Senator muda asal Maybrat itu bahwa kebijakan nasional soal kebun sawit itukan sudah mengarahkan kepada seluruh pengusaha atau investor yang bergerak di bidang sawit untuk mengakomodir hasil dari kebun masyarakat yang plasma maupun mandiri.

“Masyarakat berharap ada perhatian Pemerintah daerah dari dinas terkait itu entah perindustrian, pertanian atau perkebunan untuk memanggil pihak perusahan kelapa sawit untuk duduk bersama membicarakan kelurahan masyarakat ini karena juga demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Soron,” ujar Agus Kambuaya kepada wartawan di Sorong, Rabu (6/8/2025).

Dia menuturkan, tujuan investasi adalah pilihan pendekatan ekonomi daerah artinya pemerintah daerah buka untuk para investor berinvestasi tapi harus hidupkan ini ekonomi masyarakat lokal dengan industri yang dibangun.

“Tapi saat ini malah sebaliknya pihak perusahaan seperti membangun tembok sendiri dengan cara membatasi tidak membeli produk dari masyarakat, padahal masyarakat dapat bibit sawit dari perusahaan sebelumnya, dan mau membuka diri kerja sama tapi manajemen take over perusahaan itu langsung tutup diri,” jelasnya .

KENN