Koreri.com, Sorong – Tim Anti Klaim Satu Integrasi (TAKSI) Distrik Klasafet Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya menyatakan sikap mendukung upaya pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Malamoi.
Kendati demikian, Tim TAKSI menolak Distrik Klasafet bergabung dengan calon DOB Malamoi yang merupakan pecahan dari Kabupaten Sorong itu.
Hal itu disampaikan melalui pernyataan sikap yang ditertuang dalam aspirasi dan diserahkan secara resmi kepada pimpinan DPRP Papua Barat Daya yang diterima langsung Ketua Ortis Fernando Sagrim, S.T., M.Ak.
Ortis didampingi Ketua Komisi I Zeth Kadakolo dan Anggota Dewan melalui mekanisme Pengangkatan Dapeng Kota dan Kabupaten Sorong di ruang rapat kantor Dewan PBD, Senin (4/8/2025).
Ketua Tim TAKSI Distrik Klasafet Yonatan Michael mewakili masyarakat setempat menyatakan bahwa mereka tidak melarang hadirnya daerah otonomi baru.
“Cuma kami ini lahir besar, masyarakat semua itu sudah terpaku di tempat itu. Karena itu, kami meminta agar Distrik Klasafet tetap berada di Kabupaten induk,” ungkapnya.
Yonatan selanjutnya menekankan bahwa lahirnya Klasafet itu adalah datang dari Klamono sebagai distrik tertua.

Sekali lagi, Yonatan menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program Pemerintah terkait rencana pemekaran DOB Kabupaten Malamoi.
“Intinya kami tidak mengganggu atau tidak melarang apa yang menjadi program Pemerintah daerah, silakan saja! Kami tetap mendukung program pemerintah, itu juga baik untuk yang membutuhkan. Tetapi saya pikir untuk kami Klasafet, kami tetap berada di Kabupaten Sorong,” pungkasnya.
Sementara Ketua DPRP Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim membenarkan jika dirinya baru saja menerima perwakilan dari Distrik Klasafet. Dalam hal ini, Kepala Distrik sendiri bersama dengan para tokoh setempat.
“Mereka pada prinsipnya mendukung pemekaran atas DOB Malamoi. Tetapi ada beberapa faktor yang menurut mereka mungkin tidak mendukung mereka dalam posisi Distrik Klasafet yang mau bergabung dengan DOB Malamoi,” paparnya.
Sehingga, lanjut Sagrim, pihak perwakilan dari Distrik Klasafet ini mencoba untuk melakukan pertemuan dengan beberapa kepentingan mulai dari kabupaten induk seperti Bupati kemudian DPR kabupaten juga dengan DPR provinsi untuk menyampaikan pernyataan mereka sebagai aspirasi.
“Intinya, supaya kalau bisa mereka tetap dengan Kabupaten induk yang ada dan tidak bergabung dengan DOB Kabupaten Malamoi yang baru diusulkan,” ujarnya.
KENN





























