Koreri.com, Abepura – Pancasila sebagai Ideologi negara (staatsidee) atau sering disebut juga dengan dasar falsafah negara (philosophische grondslag), dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Korem 172/Praja Wira Yakthi menggelar dialog interaktif bekerja sama dengan RRI Jayapura dan disiarkan secara langsung kepada masyarakat, bertempat di Makorem 172/PWY, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (29/5/2020).
Dialog yang mengangkat tema “Papua Pancasila Dalam Bingkai NKRI” ini, menghadirkan beberapa narasumber.
Diantaranya, tokoh adat Herman Yoku yang juga salah satu anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dan tokoh pemuda ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Papua Ali Kibay Wanggai.
Sementara dari Korem 172/PWY hadir Kasiter Korem Letkol Inf. Daniel P. Manalu, SH, Kapenrem 172 Mayor Chk Eka Yudha Kurniawan, SH dan Kapten Kav. Roland Junaidi.
Danrem 172/PWY Kolonel Inf Izak Pangemanan mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Papua.
“Kegiatan ini sesuai dengan petunjuk Komando Atas dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih agar semua pihak berperan dalam mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan juga mensosialisasikan bulan Juni sebagai bulan Pancasila”, kata Izak di Jayapura saat dihubungi.
Lebih lanjut dikatakan, Pancasila sebagai dasar ideologi negara, harus tetap di jaga dan dipertahankan oleh masyarakat khususnya di Papua ini dari pihak-pihak yang ingin memecah belah Indonesia.
Musyawarah untuk mufakat adalah salah satu nilai yang terkandung di dalam sila Pancasila, yang tentunya sudah sangat sesuai dengan adat dan budaya yang ada di Papua.
Seperti misalnya Obey atau yang dikenal sebagai pendopo di Jawa, adalah tempat yang di gunakan untuk musyawarah oleh masyarakat adat di Jayapura dalam menyelesaikan permasalahan, sehingga dapat mencapai mufakat bersama.
“Untuk itu kita berharap, dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat diajarkan dan dilaksanakan mulai dari keluarga sampai lingkungan masyarakat, seperti musyawarah mufakat, gotong royong, dan nilai-nilai lainnya”, lanjut Izak.
Sementara itu, ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Kibay Wanggai mengatakan demi tegaknya NKRI, maka nilai Pancasila harus disosialiasaikan supaya tertanam dalam hati sanubari masyarakat untuk mengamalkan lima sila yang ada pada Pancasila.
Sebagai anak asli Papua, dia mengaku sangat bersyukur dan juga merasa bangga karena Papua menjadi salah satu barometer kebhinekaan Indonesia dengan toleransi yang tinggi.
“Oleh karena itu, saya mengajak mari bersama-sama mewujudkan Pancasila yang sejati. Saya berharap agar semua generasi muda di Papua untuk sama-sama, bahu membahu, tanpa membedakan agama, suku, golongan dan status, mari kita membangun tanah Papua yang bermartabat bermoral dalam bingkai NKRI,” tukasnya.
AND
