Koreri.com, Jayapura – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si pada kesempatan itu mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyiapkan masuknya Tol Laut ini dengan baik.
“Tidak usah mempertentangan bagian pusat atau daerah tetapi segera memberikan solusi dan sinergi untuk kesiapannya,” ajaknya, di sela-sela peninjauan.
Bupati menegaskan pula bahwa wilayah pelabuhan menjadi tanggung jawab KSOP untuk memperlengkapi yang kurang serta jalur darat agar dikonsolidasikan dengan pihak terkait baik itu provinsi maupun kabupaten serta pusat.
Dan terkait ekonomi, ia meminta stakeholder terkait menyiapkan para dunia usaha untuk mengambil peluang baik ini.
Bupati juga meminta pihak kemananan dalam hal ini TNI Angkatan Laut untuk mengkonsolidasikan atas rencana dimulainya Tol laut pada 24 Januari 2021 mendatang yang diawali dengan uji coba pada waktu dekat ini.
Di kesempatan yang sama, Danlantamal X Jayapura Laksamana TNI Yeheskiel Katiandagho, SE, MM yang ikut pada kunjungan ini menyatakan bahwa Pelabuhan Laut Depapre belum terdaftar pada Peta Laut Indonesia dan Peta Laut Internasional sesuai dengan Pertauran Pemerintah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Bangunan dan Instalasi di Laut.
“Namun saat ini, kami sudah daftarkan, tinggal ditindaklanjuti oleh Instansi pemerintah yang membidangi hal ini agar segera melengkapi sesuai ketentuan yang ada, sehingga ada jaminan keamanan navigasi laut,” tegasnya.
Hal-hal mendasar yang diharus disiapkan di pelabuhan untuk kepentnfan masuknya Tol Laut ini adalah tempat lego jangkar, tempat logistik serta tempat pembuangan limbah agar tidak merusak ekosistem laut serta fasilitas vital milik negara.
“Prinsipnya kami akan segera mengkosolidasikan pada stakeholder terkait di tingkat pusat serta Kementerian terkait lainnya agar Tol Laut segera terwujud untuk kesejahteraan masyarakat di Papua,” pungkasnya.
AND






























