Koreri.com, Manokwari– Menjelang perayaan hari raya idul fitri 1442 hijriyah para aparatur sipil negara (ASN) lebih khusus guru-guru di pemerintahan Kota Sorog terpaksa harus terima nasib.
Pasalnya, anggaran yang tersipan di kas daerah (KASDA) Kota Sorong masih nihil alias kosong sehingga pembayaran gaji para guru terbangkalai ditambah lagi dengan pergantian kepala badan pengelola keuangan dan asset daerah (BPKAD) setempat ditengah penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan ATK pada OPD tersebut.
Kejadian ini membuat para guru ASN merasa menderita, wakil rakyat di Komisi A DPRD Kota Srong pun kebingunan karena menurut informasi yang mereka terima dari BPKAD setempat bahwa penyebab kas daerah kosong karena belum ada transferan dana dari pusat.
Sementara 12 Kabupaten lain di Papua Barat sudah menerima anggaran transfer dari pusat sedangkan Kota Sorong yang seharusnya merupakan daerah pertama yang ditranfer belum juga kunjung tiba.
Ketua komisi A DPRD Kota Sorong M.Tamsil kepada wartawan melalui telpon celulernya, Sabtu (8/5/2021) mengatakan, kondisi yang terjadi terhadap guru-guru ini juga dialami semua ASN di Kota Sorong.
“Kejadian ini hanya Kota Sorong saja, daerah lain di Papua Barat sudah ditransfer kami DPRD saja bingung, kalau transfer dari pusat kenapa Kota Sorong saja yang terlambat sedangkan daerah lain sudah ditransfer dan gaji-gaji sudah dibayarkan.” Kata M. Tamsil menjawab pertanyaan para jurnalis.
Dikatakan Tamsil bahwa ketika komisi A DPRD sudah bertemu kepala BPKAD diakui bahwa semua administrasi sudah terpenuhi cuma yang menjadi kendala hanya keuangan.
Politisi PKS ini jugga merasa bingung atas kebijakan pemerintah pusat apakah semacam hukum untuk Kota Sorong karena di Papua Barat hanya daerah ini yang telat pengirimannya.
“Kami DPRD mendesak agar bagian keuangan segera mengecek pemerintah pusat, karena kalau kita lihat dari sisi cepatnya transfer itu harusnya Kota Sorong nomor satu dong dibandingkan dengan Kabupaten lain,” tekan Taslim sembari menambahkan menjelang lebaran harus ASN terima gaji mereka.
Sementara satu guru di Kota Sorong yang enggan namanya dipublikasikan kepada wartawan melalui telpon celulernya mengatakan, gaji mereka belum dibayarkan dua bulan yakni April dan Mei 2021.
Menurut penjelasan yang diterima guru tersebut bahwa sistim keuangan yang lagi terganggu sehingga mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji ASN di pemerintah Kota Sorong.
“Kami sudah setengah mati ini, karena gaji belum terima akhirnya harus ambil koperasi untuk beli maka nyambung hidup,” kisah guru Kota Sorong itu.
Hingga berita ini diterbitkan Pemerintah Kota Sorong belum dikonfirmasi terkait kas daerah kosong itu.
KENN
