Koreri.com, Jayapura – Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) di Tanah Papua melaksanakan malam konser budaya.
Konser yang mengusung tema “Maluku Tanah Beta” ini berlangsung di Hotel Horison Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (29/5/2021).
Malam konser budaya Maluku menampilkan beragam budaya tari – tarian daerah asal provinsi berjuluk 1000 pulau ini seperti tarian tore-tore dari Kepulauan Tanimbar, Cakalele, Tarian Suku Alifuru dari pulau Seram, Katrelji, Aroan Sir-sir dari Kepulauan Kei dan Tarian dari Ternate.
Tak ketinggalan, makan patita makanan khas maluku.
Hajatan tersebut dimeriahkan penyanyi Youchen Amos, Ranny Nanulaitta, Megy Gasperz dan dihadiri sesepuh dan seluruh masyarakat Maluku di Kota dan Kabupaten Jayapura.
Ketua Umum Ikemal di Tanah Papua, Christian Sohilait, mengatakan konser budaya Maluku ini masih merupakan rangkaian acara memperingati Hari Pattimura ke-204 tahun 2021.
“Jadi, kemarin hari puncaknya kita sudah laksanakan tanggal 15 Mei lalu di Skouw Yambe tapi rangkaian hari ini nuansanya sedikit berbeda,” terangnya kepada wartawan disela -sela acara konser budaya di Jayapura.
Sejak Covid-19 masuk Papua 17 Maret 2020, diakui Sohilait, semua masyarakat termasuk orang Maluku tidak bisa berbuat apa – apa, bahkan rindu pulang kampung tapi tidak bisa karena wabah virus mematikan itu.
“Makanya momentum malam ini kita buat semacam pegelaran seni budaya dari daerah – daerah di wilayah Maluku, untuk mengobati rasa rindu masyarakat yang sudah ingin melihat kampung halamannya tapi dibatasi oleh Covid-19,” sambungnya.
Dijelaskan, memang budaya cukup banyak tapi konser budaya Maluku tahun 2021 hanya menampilkan beberapa daerah saja.
“Daerah – daerah di Maluku banyak sekali. Tapi kita beberapa daerah saja seperti Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Seram dan Ternate,” jelasnya.
Selain itu, kata Sohilait, malam konser budaya sebagai momentum silahturahmi warga Maluku di Tanah Papua dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Karena sudah lama kita tidak ketemu dan saling sapa, kalau acara begini baru kita tahu keluarga,” tandasnya.
Sohilait mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku agar selalu taat protokol Covid-19.
“Sehingga konser budaya Maluku tidak menimbulkan cluster baru Covid-19 dengan tetap menjaga prokes yang sudah ditetapkan Pemerintah,” sambungnya.
Konser budaya Maluku ini mengingatkan semua untuk saling membantu antar sesama keluarga Maluku di Tanah Papua.
“Contoh ilustrasi pohon besar yang kita dirikan tadi itu tandanya seberat apapun masalah kita kalau keluarga dan saling bantu maka masalah berat itu selesai,” ujarnya.
Sohilait juga minta keluarga besar Ikemal di Papua untuk wajib mensukseskan PON XX dan Peparnas XVI tahun 2021
“Kami ada momentum besar seperti PON XX dan Peparnas XVI tahun 2021. Kita siap sukseskan bersama-sama dan Ikemal Papua sudah bentuk tim untuk jemput kontingen Maluku nanti, termasuk akomodasi dan penginapan sudah disiapkan semua,” sambungnya.
Dikatakan, Ikemal tetap menjaga apa yang sudah ditanamkan orang tua leluhur Maluku untuk membangun tanah Papua.
“Kita tidak mau orang tua yang sudah meninggal dunia 70 tahun di Papua lalu kita merusak nama besar mereka, kita mau jaga dan membangun Papua bersama-sama,” jelasnya.
Sohilait menepis isu bahwa konser budaya Maluku merupakan kegiatan tandingan memperingati Hari Pattimura.
“Itu tidak benar, tidak ada kegiatan tandingan, dan malam konser budaya Maluku ini merupakan rangkaian hari Pattimura Tahun 2021,” tegasnya.
SEO














