Korericom, Jakarta – Freeport Indonesia (PTFI) mendukung program pemerintah melalui Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) dan Grasberg Academy, melakukan akselerasi literasi (memahami, menggunakan dan mengolah, red.) Artificial Intelligence (AI) di Tanah Papua.
Pelatihan literasi AI perdana tersebut akan dilaksanakan di Timika, Provinsi Papua Tengah pada tanggal 30 April 2026 mendatang.
Sesuai dengan rencana, putra-putra terbaik Tanah Papua akan turut hadir pada kick-off perdana program ini di Hotel Horison Diana, Timika yakni Ketua KEPPOKP Velix Wanggai dan Claus Wamafma yang juga adalah Director & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia.
Kehadiran program ini adalah wujud nyata dari gerakan kolektif, sinergi antara KEPPOKP ini didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia dan Grasberg Academy sebagai mitra lokal di regional Papua berkolaborasi dengan KUMPUL, serta dukungan luar biasa dari AVPN, Google.org, Asian Development Bank, Institut Pertambangan Nemangkawi, Papua Youth Creative Hub, dan Jasgo Academy.
Program pelatihan ini juga direncanakan akan dilakukan pada beberapa kota lain di Tanah Papua yang telah ditetapkan oleh KEPPOKP, menindaklanjuti penandatanganan kerja sama antara KEPPOKP yang diwakili oleh Billy Mambrasar dan Andre Jarangga dari PT Koreri Trans Media yang menaungi Grasberg Academy pada 4 November 2025 lalu di Manokwari, Papua Barat.

Dukungan bagi terselenggaranya program literasi digital tersebut sejalan dengan komitmen fundamental PTFI membangun basis STEM (Science/Sains, Technology/Teknologi, Engineering/Rekayasa dan Math/Matematika) yang diperkirakan publik akan menjadi basis sains terbesar di Indonesia Timur dan berpusat di Gedung Kemitraan Freeport Indonesia dan Universitas Cenderawasih, Jayapura, Provinsi Papua.

Dalam sebuah diskusi terpisah dengan CEO Koreri Trans Media, Claus Wamafma menyampaikan bahwa “Literasi digital ini sangat baik sekali untuk anak-anak Papua,” ungkapnya dalam satu kesempatan.
Seperti diketahui, Tanah Papua menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang masih dianggap tertinggal dalam literasi AI, sehingga pelaksanaan program tersebut diharapkan memberikan kontribusi yang nyata dalam literasi AI dengan fokus pada generasi muda produktif agar siap masuk ke industri 4.0.
Selanjutnya, untuk menyukseskan kegiatan pelatihan literasi AI itu, Grasberg Academy yang didukung AI Ignition Indonesia – KUMPUL bekerja sama dengan lembaga Vokasi Freeport Indonesia, Institut Pertambangan Nemangkawi, menghadirkan dua tokoh muda inspiratif Tanah Papua yaitu Elviliana Watopa dan Yoshua Gombo yang akan terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan AI ini.

Elviliana, salah satu lulusan terbaik program Master of Business Administration Universitas Gajah Mada ini, merupakan enthusiast (penggiat, red.) AI dengan keahlian pada manajemen strategis dan financial planning serta aktif terlibat dalam pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia Timur seperti, AI Ignition Indonesia – Eastern Indonesia Lead, hub kreatif Maluku dan Nusa Tenggara, Ideathonesia (UNDP dan SIAP untuk area Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan Bali) dan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital (Menkominfo).
Selain Elviliana, Yoshua Gombo, salah satu Founder (pendiri, Red.) Papua Muda Inspiratif dan Konstruksi.AI, perusahaan rintisan Indonesia berbasis AI turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Yoshua adalah lulusan University of Washington dan Oregon Institute of Technology, merupakan peneliti dan praktisi ahli dalam AI, robotik, mechatronic, sistem otonomi dan matematika terapan.

Dengan kehadiran keduanya, diharapkan membawa angin segar dalam perubahan pandangan dan pola pikir anak-anak muda Papua terhadap iklim kerja moderen dan agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi persaingan tenaga kerja global.
Keduanya sepakat bahwa kelas AI ini merupakan program fokus bagi akselerasi “human capital” terutama bagi anak Papua yang berada di rentang usia produktif untuk menjalani era industri 4.0 atau selanjutnya.
Konten Khusus – Redaksi Koreri































