Fokus  

DPRD Tambrauw Harap Perhatian Polda Untuk Sisa 72 Casis Bintara Otsus

IMG 20210618 WA0000
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Patrigie R.Renwarin,S.H bersama tim DPRD Tambrauw di Mapolda Papua Barat, Kamis (17/6/2021).(Foto : Istimewa)

Koreri.com,Manokwari- Keluhan calon siswa bintara otsus asal Kabupaten Tambrauw yang tidak lolos dalam seleksi di panitia daerah (Panda) Polda Papua Barat membuat wakil rakyatnya angkat bicara.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tambrauw lintas komisi melakukan audens dengan Kapolda Papua Barat melalui Wakapolda Brigjen Pol Patrigie R. Renwarin,S.H di Mapolda Papua Barat, Kamis (17/6/2021).

Dalam waktu 30 menit para wakil rakyat lintas komisi itu mempertanyakan dan ingin mengetahui ketidaklulusnya anak-anak Tambrauw dalam seleksi tersebut.

Ketua komisi I DPRD Tambrauw David Sedik A.md dalam konfrensi persnya kepada wartawan di Manokwari, Kamis malam membenarkan pertemuan itu membahas tentang nasib anak-anak Tambrauw yang ikut bintara otsus dari 115 peserta tinggal 72 orang.

“Kami menanyakan kepada bapak wakapolda kenapa mereka tidak lolos, ternyata salah satu faktor tidak lolosnya adek-adek kita dari tambrauw adalah faktor kesehatan bukan hanya dari adek-adek kita dari tambrauw tetapi hampir semua dari seluruh kabupaten provinsi papua barat adalah faktor kesehatan” jelas David Sedik dalam keterangan persnya.

Meski pun tim DPRD Tambrauw itu berusaha berkomunikasi dengan pihak Polda untuk ada kemudahan-kemudahan terhadap kepada meraka yang sudah tidak lolos namun tidak bisa juga dibantu.

“Agar mereka bisa diloloskan dalam rangka sebagai putra daerah Tambrauw yang akan ditugaskan didaerahnya Tambrauw, karena tidak lama lagi kabupaten tambrauw akan membangun polres di Tambrauw, kami DPRD terus memantau, mengecek, akhirnya kami bertemu Bapak Wakapolda agar mendapat keterangan langsung dari polda akhirnya kami paham setelah dapat penjelasan dari polda papua barat,” ucap David didampingi tiga rekannya.

Dikatakannya bahwa dalam kerangka Bintara otsus ini negara sudah memberi peluang terhadap kami punya anak-anak asli orang papua (OAP)

Harapan untuk anak-anak Tambrauw harus dikawal bersama, pihak Polda diminta untuk kalau bisa diloloskan sisa 72 orang itu.

“Kalau seandaianya yang lolos hanya 5 hingga 10 orang, pasti masyarakat akan lakukan palang jalan dan kantor, sedangkan yang kemarin dari 115, orang, serta yang masih lolos 72 orang, mereka masyarakat palang jalan dan kantor DPRD,” katanya.

Karena itu Sedik menghimbau kepada anak-anak Tambrauw yang mau mengikuti Bintara otsus agar mempersiapkan dirinya lebih baik lagi, ketika cacat siapa pun tidak akan bisa menolong, apa lagi ini kesempatan emas yang dikhususkan untuk orang asli papua (OAP).

Orang tua juga memperhatikan anak-anaknya dengan baik di masa SMP dan SMA, agar mereka tidak melakukan pergaulan yang tidak baik seperti miras ataupun catatan kriminal dari kepolisian.

Ketua Badan musyawarah (BAMUS) DPRD Kabupaten Tambrauw Gaspar Barru S.E menyampaikan yang menjadi perhatian bahwa anak-anak asli orang papua (OAP) agar bisa diterima setiap tahunnya.

Dikatakan Gaspar bahwa Miras dan Narkoba itu menjadi bagian yang merusak generasi anak-anak kita, maka perlu untuk generasi selanjutnya agar mengevaluasi dirinya, agar tidak menyalahkan pemerintah atau pihak lain.

“Saya jatuhnya karena apa, apakah saya karena mengkonsumsi miras ataupun narkoba, bukan hanya diluarnya sehat tetapi dalamnya lapuk, lapuknya karena apa? Miras dan narkoba, AIDS ,TBC bisa jadi karena polda selektif betul dalam kesehatan,” tegas ketua Badan Kehormatan DPRD Tambrauw itu.

Harus juga ada sinkronisasi antara legislatif dan legislatif sehingga ada penerimaan Bintara otsus seperti ini bisa mempersiapkan anak-anak papua sebelum masuk seleksi.

“Kebijakan yang diambil oleh polda papua barat ini sangat luar biasa dalam menjadikan anak-anak kami sebagai anggota pelindung rakyat, contoh umur yang sudah lewat saja dari anak-anak kami masih bisa di akomodir,” ujarnya.

Gaspar berharap, generasi muda Tambrauw dibawah 21 tahun itu, mulai siapkan diri dari sekarang, fisik dan kesehatan, lebih khusus kepada orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan, agar tidak mengkonsumsi miras atau pun melakukan hal kriminal.

Konfrensi pers ini dihadiri Ketua komisi 1 David Sedik, Ketua Banmus Gaspar Baru, Wakil Ketua Komisi II Hayat Tamsil A. Karim dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Tambrauw Norbertus Hae.

KENN