Koreri.com, Manokwari – Periode pertama pemerintahan Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, M.T dan Matret Kokop, S.H fokus perhatiannya pada sektor pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dianggap sangat penting untuk membangun kabupaten berjuluk Tanah Sisar Matiti yang damai, maju produktif dan berdaya saing.
Karena pentingnya pembangunan SDM maka di periode kepemimpinan Piet – Matret Jilid II, sektor yang sama masih menjadi skala prioritas. Jadi urutan skala prioritas periode pertama adalah SDM – infrastruktur – ekonomi.
“Urutan skala prioritas periode kedua, kita tambahkan dengan penanganan Covid-19. Jadi periode kedua urutan skala prioritas SDM – ekonomi – penanganan Covid-19 dan infrastruktur,” ungkap Bupati setempat Ir. Petrus Kasihiw, M.T kepada wartawan usai dilantik Gubernur Papua Barat di Auditorium PKK Pemprov Papua Barat, Manokwari, Jumat (18/6/2021).
Orang nomor satu di kabupaten Teluk Bintuni ini juga mengungkapkan bahwa prioritas tersebut tidak juga berkaitan dengan anggaran, karena perhatian tidak hanya dalam bentuk biaya tetapi mungkin juga regulasi-regulasi yang dibentuk untuk kepentigan pembangunan yang diprioritaskan.
Merespon program skala prioritas Bupati pada periode kedua itu, Presiden Direktur Petrotekno Hendra Pribadi mengatakan pihaknya siap sebagai garda terdepan bekerjasama dengan P2TIM Teluk Bintuni untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Papua.
“Pada periode kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Petrus Kasihiw – Matret Kokop, Petrotekno tetap memberikan dukungan yang sama seperti periode pertama dalam hal pengembangan SDM,” kata Hendra Pribadi saat ditemui awak media di Manokwari, baru-baru ini.
Bukan saja mendidik anak-anak asli Papua, lebih khusus lagi asal Teluk Bintuni di bidang pertambangan dan industri, tetapi Petrotekno juga membantu menyalurkan lulusanya kepada perusahan-perusahan besar yang bukan hanya di Papua tetapi juga luar Papua bahkan luar negeri jika dibutuhkan.
Dikatakan Hendra bahwa kedepan Petrotekno sebagai pendidik akan memberikan pelatihan yang lebih bersifat nasional dan internasional tetapi lebih pada pengolahan industri makanan, namun masih dalam proses godok kurikulumnya.
Dia mengaku bahwa pada periode pertama masa pemerintahan Piet – Matret, anak-anak Papua yang sudah bekerja di perusahan-perusahan besar jebolan P2TIM dan Petrotekno sebesar 70 persen, karena kendala masih dalam kondisi pandemi COVID-19.
“Ssebagai pendidik yang bergerak di bidang pengembangan SDM tentunya kita membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk bisa terus meningkatkan kompetensi yang ada di Teluk Bintuni, sehingga semua masyarakat disini dapat menikmati kedatangan investasi dan berpastisipasi aktif didalam perekonomian yang bergerak di tanah Sisar Matiti ini,” pungkas Hendra Pribadi.
KENN
