Koreri.com, Manokwari– Grafik penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Papua Barat sudah berada pada angka yang mengkhawatirkan.
Salah satu langkah untuk meningkatkan kekebalan tubuh maka setiap orang harus mendapat suntikan vaksin.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si mengatakan, setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahan provinsi papua barat wajib divaksin.
Karena kedepan selain menjaga kekebalan tubuh dari serangan COVID-19, setiap kegiatan dinas keluar daerah bagi ASN diwajibkan melampirkan sertifikat vaksinasi telah menerima vaksin sebagai sebuah persyaratan.
“ASN ini diikat dengan aturan, kan ada kenaikan pangkat baik yang pilihan maupun yang 4 tahunan salah satu persyaratan administrasi itu menyertakan sertifikat vaksinasi COVID-19,” kata Wagub Lakotani saat ditemui awak media saat menyaksikan vaksinasi massal di halaman kantor dinas kesehatan provinsi Papua Barat, Jumat (2/7/2021).
Dalam upaya untuk pencegahan penularan corona yang lebih besar, ASN juga diminta jadi contoh dengan mendukung kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi massal saat ini.
Tujuannya untuk ASN secara pribadi aman, keluarganya juga terjamin dan pelayanan kepada masyarakat juga dapat diselesaikan dengan baik.
Sementara itu kepala dinas kesehatan provinsi Papua Barat Otto Parorongan,S.KM.,M.Kes mengatakan vaksinasi dilakukan untuk mendekatkan dengan aparatur sipil negara pemprov papua barat.
Karena animo ASN Pemprov Papua Barat untuk divaksin sangat rendah sehingga dibuka khusus di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi, Komplek perkantoran Gubernuran.
“Kita buka di kantor ini supaya mendekatkan pelayanan kepada aparatur sipil negara pemprov Papua Barat sesuai arahan Bapa Gubernur dan Wakil Gubernur, karena hasil evaluasi animo ASN rendah,” kata Otto Parorongan.
Dikatakan kadis kesehatan bahwa kegiatan vaksinasi ini hanya berlangsung satu hari, namun jika dibutuhkan maka akan ditambahkan.
Pantauan media ini para ASN mulai dari pejabat eselon hingga staf mendatangi kantor dinas kesehatan untuk divaksin.
KENN
