Koreri.com,Bintuni– Legislator Papua Barat Syamsudin Seknun menyoroti pekerjaan jalan dan jembatan di distrik Tahota, Kabupaten Manokwari menuju Teluk Bintuni yang masih memprihatikan.
Meski masih dalam proses pengerjaan namun ruas jalan milik perusahan kayu yang digunakan masyarakat, pemerintah serta para pelaku ekonomi melaksanakan aktifitas setiap hari itu ketika musim hujan pasti rusak.
Hal ini membuat anggota DPR Papua Barat daerah pemilihan Papua Barat 5 Syamsudin Seknun (Sase) angkat bicara.
Kepada wartawan di tempat jalan rusak, tepatnya pada pembangunan jembatan baru dekat Pos TNI, Distrik Tahota, Sase menegaskan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XVII Papua Barat untuk memberikan warning kepada pihak ketiga.
“Kerusakan jalan ini dapat mengancam keselamatan para pengendara, untuk itu saya tegaskan kepada kepala BPJN Wilayah XVII supaya memberikan warning kepada setiap pihak ketiga yang mengerjakan pekerjaan yang ada di ruas jalan Manokwari Bintuni agar menyiapkan alat berat di titik titik yang rawan itu,” tegas Syamsudin kepada wartawan, Senin (19/7/2021) sore.
Politisi NasDem ini mengatakan alasannya bahwa dengan pekerjaan yang dikerjakan kontraktor secara langsung mempengaruhi ruas jalan dilalui masyarakat umum saat ini.
Ruas jalan ini juga menunjang pembangunan sektor ekonomi dari Teluk Bintuni ke Manokwari Selatan dan Manokwari, begitu juga sebaliknya.
“Salah satu ruas jalan yang rawan ketika datang hujan di jembatan darurat dekat pos TNI Tahota sini, karena itu kepala balai harus ingatkan kepada kontraktor supaya siapkan alat berat disini meski pun libur, tapi paling tidak ada operator yang stand by kalau tidak maka akan terjadi macet disini,” pungkasnya.
Sase kembali menegaskan bahwa jika kepala BPJN Wilayah XVII tidak ditindaklanjuti maka dia akan menyampaikan hal ini kepada ketua DPR Papua Barat sebagai temuan.
“Jika ditindaklanjuti maka saya akan tindak lanjuti persoalan ini sebagai temuan dalam reses II tahun 2021, saya laporkan kepada pimpinan DPR Papua Barat untuk segera memanggil Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah XVII Papua Barat supaya mempertanyakan hal ini,” tegasnya.
Sementara itu kepala Balai Jalan Nasional wilayah XVII Papua Barat Udin Latar saat dikonfirmasi media ini melalui pesan singkat Whatshappnya, Senin (19/7/2021) kembali menayangkan ruas dan nama jalan yang rusak tersebut.
“Tahota itu di daerah mana, mungkin bisa nama ruas jalan ? Jembatan apa? dan dapat nomor ini dari siapa.?” Tanya kepala balai Udin Latar membalas pesan whatshapp media ini.
KENN
