Sebab pasca Sertijab, Kamis (26/8/2021), bagian teknisi dari IPRS rumah sakit itu sudah memutuskan jaringan ke tempat proyeknya.
“Memang sebelumnya kita pakai tapi kan orang teknis di IPSRS selalu kasih mati hidup, lagian kita pakai tidak banyak, karena cor kan pakai adhimix. Dan semenjak Sertijab direktur, akses air ke kami itu sudah diputus orang teknisi IPSRS atas permintaan manajemen karena katanya air dari PDAM debitnya kecil. Sebelumnya, di masa Pak Aloysius jadi direktur, tak ada masalah kita. Air melimpah. Di ruang-ruang pelayanan saja sampai air terbuang saat ada saudara sakit,” kata Kiung.
Hal senada disampaikan kontraktor lain, Robert yang sedang membangun Rawat Inap VVIP RSUD Jayapura. Menurutnya, sejak 30 Agustus 2021, pihak IPRS RS sudah memutuskan jaringan pipa di bagian depan dan belakang menuju ke lokasi proyeknya.
“Dan sejak saat itu, kami beli air sendiri. Satu tangki air yang 5.000 liter harganya Rp 200 ribu. Rata-rata 1 tangki untuk kebutuhan kami membangun 1 hari. Bisa dicek, jaringan pipa kami sudah dipotong,” kata Robert, Mingggu (5/9/2021).
Direktur Utama PDAM Jayapura Entis Sutisna beberapa kali dikonfirmasi wartawan Minggu (5/9/2021) malam, namun tidak mengangkat telepon seluler yang dihubunginya.
