Mahasiswa Papua di Yogya Desak Hentikan Operasi Militer, Polisi : Yang Dicari Pelaku Tindak Pidana

IMG 20210911 WA0002
Konfrensi Pers Mahasiswa Papua di Kota Studi Yogyakarta, Sabtu (11/9/2021) Mendesak Hentikan Operasi Militer di Maybrat dan West Papua.(Foto : Istimewa)

7.Hentikan upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh aparat negara terhadap Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang merupakan gerakan sipil yang tidak ada kaitanya dengan kontak tembak antara TNI-POLRI dan TPN-PB di, Maybrat Aifat Timur.

8.Bebaskan tahanan politik Papua Victor Yeimo, Frans Waisini, Ham Nauw, Jon Bless, Doni Patilulu, Wenceslaus Saud, Kris Djamona, dan Bertus Fenemtruma tanpa syarat!

9. Tolak PON 2021 sebagai program Negara untuk menutupi kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat bangsa West Papu dan meredam perlawanan rakyat;

10. Tolak investasi di Blok Wabu, tutup Freeport, seluruh Perusahaan Sawit Wilayah Kepala Burung Papua, dan semua Perusahan Nasional, Multinational Corporate (MNC) yang merupakan dalang utama pelanggaran HAM dan ekosida di tanah Papua;

11. Dan Berikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat bangsa West Papua melalui mekanisme referendum untuk mengakhiri penderitaan rakyat bangsa West Papua.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi,S.I.K.,M.H menegaskan bahwa tidak ada kegiatan operasi militer di wilayah Maybrat, Provinsi Papua Barat.

“Yang kami cari itu para tersangka tindak pidana bukan warga sipil jadi tidak ada operasi militer di Maybrat,” tegas mantan Kapolres Manokwari itu.

Diharapkan kerjasama masyarakat di Maybrat untuk memberikan informasi tentang keberadaan para pelaku agar memudahkan penyidikan dan tidak membuat sejumlah aparat TNI-Polri untuk turun ke TKP.

KENN

Exit mobile version