Koreri.com, Manokwari– Kawasan padat penduduk di Kompleks Borobudur, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat akan ditata ulang pasca kebakaran yang terjadi pada Kamis (30/9/2021) siang.
Pemerintah Kabupaten Manokwari bakal menata ulang kompleks nelayan itu agar lebih teratur dan menjadi daya tarik wisata.
Bupati Manokwari Hermus Indou,S.IP.,M.H mengatakan, Kompleks Borobudur, khususnya kawasan permukiman nelayan akan ditata ulang bukan saja untuk menjadi lebih teratur, tetapi juga modern, dan mudah dijangkau dalam hal evakuasi.
“Penataan ulang agar rumah apung warga menjadi lebih teratur dan mudah evakuasi. Masjid apung akan dibangun ulang dengan desain menarik. Setidaknya, kedepan wajah permukiman ini bisa menjadi daya tarik wisata,” kata Indou saat meninjau keadaan warga yang mengungsi ditenda-tenda sekitar lokasi kebakaran, Jumat (1/10/2021).
Bupati Hermus mengungkapkan, pemerintahannya saat ini sedang mencari lokasi strategis untuk mendirikan Hunian Sementara (Huntara) yang tak jauh dari teluk, sebagaimana permintaan warga agar memudahkan mereka saat hendak melaut.
“Huntara akan kita bangun untuk relokasi warga agar kawasan terbakar ini bisa ditata ulang (pembangunan). Kita sedang carikan lokasi yang dekat Teluk Sawaibu supaya memudahkan mereka saat beraktivitas nanti,” kata Indou.
Sementara, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Ikan di Dinas Perhubungan dan Kelautan Kabupaten Manokwari, Dedi Ariana menjelaskan dalam tinjauan pihaknya mencatat bahwa musibah kebakaran tersebut berdampak pada 4.000 warga.
“Kita sementara masih lakukan pendataan, masih merinci, dan data sementara ini ada 4.000 warga yang terdampak dari musibah kebakaran ini. Mayoritas dari mereka adalah nelayan,” kata Dedi.
Terkait penataan ulang kawasan tersebut, Dedi mengungkap, bahwa penataan ulang selain dilakukan berdasarkan visi-misi Bupati Manokwari, juga akan disinkronkan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Penataan ulang itu sudah disampaikan Pak Bupati ya. Jadi penataan ulang akan disesuaikan dengan visi-misi Bupati Manokwari yang disinkronkan dengan program KKP. Kenapa?, karena neyalan itu diasuransikan,” kata Dedi.
Tanggap Darurat dan Pusat Evakuasi
Pasca kebakaran yang melahap habis sekitar 300 rumah warga di Kompleks Borobudur RT 02 hingga RT 05 dan RW 01, Pemerintah Kabupaten Manokwari menetapkan Gedung Wanita sebagai pusat evakuasi.
Pemerintah memprioritaskan Ibu dan Balita, Anak-anak, serta warga Lanjut Usia (Lansia) yang dievakuasi. Gedung serbaguna tersebut dipilih sebagai tempat pusat evakuasi agar memudahkan penanganan. Sementara, para Pria dewasa akan mendiami tenda-tenda darurat yang telah disiapkan disekitar lokasi kebakaran.
Dari musibah tersebut, Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari kedepan. Masa pasca bencana akan ditetapkan kemudian setelah pengungsi dipastikan sudah benar-benar bisa beraktivitas normal kembali.
“Kita sudah assessment kebutuhan dasar mereka (pengungsi). Bantuan logistik, sandang-pangan, termasuk layanan kesehatan disediakan. Masa tanggap darurat kita tetapkan selama 14 hari kedepan, para petugas pun sudah kita kerahkan,” kata Ampnir.
KENN
