Koreri.com, Sentani – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jayapura akan mengkoordinir seluruh pengurus masjid di bumi Kenambay Umbay agar bersama-sama terlibat dalam Gerakan Masjid Musholla Bersih (Gemasi) menyambut bulan suci ramadhan 1443 H/2022 yang sisa kurun 2 bulan ke depan.
Ketua DMI Kabupaten Jayapura, H. Sakaruddin, mengatakan program gemasi ini juga sejalan dengan upaya penerapan protokol kesehatan (Prokes) di lingkungan ibadah dengan mengedepankan kebersihan area tempat ibadah masing-masing.
ketika ditemui wartawan di Cafe Tempat Teduh, Kompleks Masjid Agung Al-Aqsha, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, belum lama ini.
“Ya, untuk menghadapi bulan suci Ramadhan 2022 ini seperti yang sudah pernah kami lakukan dua tahun lalu, karena masih berada di masa pandemi Covid-19, maka kita ada program Gemasi atau Gerakan Masjid Musholla Bersih,” H. Sakaruddin kepada wartawan di sentani belum lama ini.
Menurutnya, program germasi dilakukan serentak seperti dua tahun lalu, diharapkan seluruh masjid jelang bulan suci dan sambut tamu agung bulan Ramadhan ini, dengan kita membersihkan masjid.
“Insha Allah, satu pekan sebelum masuk bulan suci Ramadhan atau tepatnya di akhir bulan Maret 2022 nanti, itu kita akan buat kembali Gemasi atau Gerakan Masjid Musholla Bersih menyongsong Ramadhan,” ujarnya.
Haji Sakaruddin juga mengharapkan, kepada pengurus masjid agar lebih berupaya memakmurkan masjid sebagai tempat beribadah yang mesti selalu dijaga kebersihannya, terutama masjid-masjid yang lokasinya jauh dari pemukiman warga.
“Setelah kami turun ke lapangan, memang ada beberapa masjid seperti itu. Karena salah satu faktornya seperti masjid yang ada di Kampung Maribu itu memang dulu kan lokasi transmigrasi pertama di Irian Barat (sejak 1967-1968). Namun perkembangan selanjutnya, mereka ini kan bergeser atau pindah migrasi ke tempat lain,” jelasnya.
Sehingga di lokasi dekat masjid itu berkurang umat Islam dan tidak berkembang, serta posisi masjid jauh dari pemukiman penduduk. Artinya, rumah penduduk jauh dari lokasi masjid.
“Jadi disini dibutuhkan semangat dan gairah serta pembinaan iman. Walaupun rumah mereka dengan masjid jaraknya jauh, tapi dengan kekuatan iman mereka bisa datang memperhatikan masjid,” kata Haji Sakaruddin.
Selain memperhatikan bentuk fisik masjid yang selalu diperindah, Haji Sakaruddin juga berharap para pengurus atau takmir masjid juga meningkatkan pembinaan iman kepada seluruh jamaah.
“Sehingga meskipun agak jauh dari pemukiman warga, namun pengurus maupun jamaahnya bisa datang setiap saat untuk memakmurkan masjid melalui kegiatan rohani atau kegiatan syiar agama Islam lainnya,” pungkasnya.
IDI
