YaTiRa Gandeng Pengadilan Agama Fakfak Laksanakan Nikah Isbat

WhatsApp Image 2022 02 15 at 12.36.48
Pelaksanaan Nikah Isbat Massal di Distrik Tomuge dan Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (14/2/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com,Fakfak– Sebanyak 19 pasangan suami istri (Pasutri) dari Distrik Tomage dan Bomberai, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat mengikuti nikah isbath massal, Senin (14/2/2022).

Nikah isbat massal ini merupakan lanjutan kegiatan bersamaan dengan khitanan massal gratis didukung penuh Wakil Ketua II DPR Papua Barat H. Saleh Siknun,S.E yang merupakan Pembina Yayasan Tikar Rasa (YaTiRa) bekerjasama dengan KUA Distrik Bomberay dan Pengadilan Agama Negeri Fakfak. Kegiatan ini salah satunya dalam rangka memperingati hari ulang tahun Distrik Bomberay yang ke-17.

Wakil ketua II DPR Papua Barat H. Saleh Siknun,S.E mengatakan, nikah isbath ini menghadirkan para hakim dari PN Agama Fakfak dan juga panitreranya kemudian pelaksanaannya gratis alias tidak dipungut biaya seperpun dari peserta pasutri.

Dikatakan Saleh Siknun bahwa peserta nikah isbat ini merupakan mereka yang pernah melakukan pernikahan tetapi tidak tercatat di kantor urusan agama (KUA).

“Nah, setelah dilakukan nikah isbat ini maka 19 pasutri ini berhak untuk mendapat buku nikah dan mereka akan tercatat sebagai pasangan suami istri yang sah,” ucap Wakil Ketua DPR PB melalui telpon celulernya kepada media ini, Selasa (15/2/2022).

Lebih lanjut dijelaskan Siknun bahwa dengan adanya buku nikah ini tidak hanya membantu pasangan suami istri tersebut dalam pengurusan administrasi pemerintahan saja tetapi juga ada kaitannya dengan pengurusan ahli waris, kebutuhan anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan maupun mengikuti penerimaan tes kepolisian dan selain itu perjalanan umroh dan haji juga dapat digunakan dalam melengkapi persyaratan perbankan bagi mereka yang akan mengembangkan usaha melalui bank.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk terima kasih Saya H. Saleh Siknun kepada masyarakat distrik Tomage dan Bomberai yang sudah mendukungnya pada pileg 2019 lalu,” ucap politisi muda PDI Perjuangan itu.

KENN

Exit mobile version