Kadiskes Biak Hadiri Lokakarya Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi

IMG 20220608 WA0033

Koreri.com, Biak – Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor Daud N Duwiri, S.KM., M.Kes menghadiri Lokakarya Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi yang diselenggarakan UNICEF Perwakilan Papua – Papua Barat bertempat di Hotel Mapia, Selasa (7/6/2022).

Juga hadir antara lain, Asisten I Setda Biak Numfor Mahasunu, dokter spesialis anak RSUD Biak, Nutrition Officer UNICEF Papua – Papua Barat Dwi Kristianto dan peserta lainnya.

Bupati Herry Ario Naap dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Mahasunu mengatakan balita gizi buruk berkontribusi terhadap terjadinya stunting 3 kali lipat dan 11 kali lipat beresiko terhadap angka kematian dan juga kesakitan.

“Dalam upaya pencegahan stunting diperlukan upaya yang serupa untuk mencegah dan menurunkan anak gizi buruk, untuk mendukung pelaksanaan pengelolaan gizi buruk terintegrasi diperlukan kegiatan konsultasi di tingkat kabupaten yang bersifat manajerial untuk melakukan berbagai kegiatan dalam upaya penanggulangan gizi buruk, khususnya pencegahan dan peningkatan cakupan serta kualitas pelayanan gizi buruk pada balita,” ungkapnya.

Beberapa kegiatan yang penting untuk dilakukan selama melakukan konsultasi pengelolaan gizi buruk diantaranya, kajian tentang besaran dan masalah pemantapan, kualitas layanan, pemantauan dan evaluasi program, peningkatan dukungan, dan sosialisasi informasi strategis dan advokasi.

“Apa yang kita lakukan saat ini menandakan bahwa semakin siapnya Kabupaten Biak Numfor dalam melakukan percepatan pencegahan stunting yang mana memiliki target penurunan di tahun 2024 menjadi 14 persen,” tandasnya.

Sementara itu, Kadinkes Biak Daud N, Duwiri ketika dikonfirmasi membenarkan akan hal ini.

Dikatakan, kegiatan lokakarya gizi buruk di Biak merupakan kolaborasi dengan Dinkes Kabupaten Jayapura.

Tujuannya, dalam rangka mencegah atau menurunkan angka stunting di Kabupaten Biak Numfor.

Bupati harapkan di 2024 nanti, angka stunting sudah harus mencspai angka 14 persen dan gizi buruk harus rata-rata di bawah 11persen.

“Jadi kita berharap dengan adanya dukungan dari UNICEF membantu kita Pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam upaya mencegah stunting dengan beberapa kegiatan yang harus kita mulai dari hulu,” tuturnya.

Dimulai dari hulu yang artinya mulai memberikan tablet tambah darah bagi ibu hamil remaja putri sehingga diharapkan nanti ketika anak atau bayi lahir dalam 1000 hari kehidupannya dapat memberikan dampak pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan standar yang diharapkan.

“Ini kita berbicara tentang stunting bagaimana mempersiapkan generasi yang berkualitas yang akan tumbuh berkembang sesuai standar yang diharapkan oleh pemerintah, untuk itu kami juga Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor bersyukur atas dukungan atau kolaborasi dari berbagai lembaga yang bersama-sama dengan Pemda,” katanya.

Diakui Bupati, Biak Numfor sekarang masih berada di angka 34 persen gizi buruk.

Untuk itu, tahun ini akan dilaksanakan delapan aksi karena pada 2020 lalu telah dilaksanakan aksi ke 4 dan 2021 berharap dapat melaksanakan 8 aksi.

“Kita telah melaksanakan pertemuan analisis situasi untuk menentukan lobus kampung atau distrik yang banyak stunting dan aksi kedua atau Rencana kerja berikutnya nanti tanggal 16 juni akan dilaksanakan bersama-sama dengan stakeholder kita untuk mencegah stunting di kabupaten ini,” tukas Duwiri.

HDK