Waterpauw: STOP Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan Kaum Disabilitas!

Paulus Waterpauw Pj PB
Pj Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, M.Si.(Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw,M.Si menegaskan agar kekerasan terhadap perempuan, anak dan kaum disabilitas harus dihentikan.

“STOP.! Kekerasan terhadap perempuan, anak dan kaum disabilitas,” tegasnya dalam konferensi pers di press room Side Even W20 Provinsi Papua Barat, Rabu (8/6/2022) malam.

Waterpauw mengatakan W20 yang mengusung tema tentang perempuan pedesaan dan perempuan disabilitas pasti berkaitan dengan anak sehingga perlu digaungkan atau disosialisasikan terus kepada publik.

Menurutnya, hal kekerasan terhadap perempuan, anak terutama kaum disabilitas jangan dianggap sepele tetapi harus dihentikan.

Mantan Kapolda Papua itu mengingatkan kepada kaum adam untuk tidak lagi minder terhadap keluarganya yang disabilitas.

“Kepada bapak-bapak untuk jangan minder atau malu mengakui keluarganya yang disabilitas, tetapi rangkul selalu dan bahagiakan mereka dengan kasih sayang,” pesan eks Kapolda Sumatera Utara ini dengan penuh haru.

Dalam sambutannya pada saat pembukaan side even W20 di Ballroom Aston Niu Manokwari, Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw sempat meneteskan air mata.

Jenderal bintang tiga ini merasa haru karena Papua Barat dipercayakan oleh Negara melaksanakan kegiatan internasional yakni W20 dengan mengusung tema Perempuan dan Disabilitas.

Momen ini, menurutnya, akan menduniakan provinsi kedua paling timur Indonesia ini.

“Terimakasih kepada Negara yang telah mempercayakan kami Papua Barat, negeri di ujung timur Indonesia untuk melaksanakan kegiatan bertaraf internasional,” ucap Waterpauw

Ketua umum KOWANI Pusat Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd mengapresiasi dukungan penuh Pj Gubernur Papua Barat dalam pelaksanaan side even W20 di Manokwari.

“Sangat luar biasa apresiasi kepada Pj Gubernur Papua Barat Pak Paulus Waterpauw atas dukungan penuhnya. Isu perempuan pedesaan dan perempuan disabilitas harus terus disosialisasikan agar mendunia,” pungkasnya.

KENN

Exit mobile version