Koreri.com, Jayapura – Gereja Protestan Indonesia (GPI) di tanah Papua gelar rapat kelompok kerja (Pokja) amandemen tata gereja dan rapat badan pekerja sinode GPI Papua selama 5 hari mulai tanggal 19-24 Juni 2022 di Gereja GPI Jemaat Elim Abepura, Kota Jayapura, Minggu (19/6/2022).
Rapat Pokja Amandemen dan Rapat BPS GPI Papua dibuka oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, B Widi Hartanti, ditandai dengan penamatan tanda peserta.
Penjabat Walikota Jayapura, DR. Frans Pikey, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Kota Jayapura, B Widi Hartanti, mengatakan sesuai dengan tema “Rapih terus dan diikat menjadi satu”. Ini dimaksudkan bahwa Tuhan mengatur supaya semua kita disusun dan disatukan dengan sempurna, supaya kita seperti tubuh yang bisa bergerak dan bertumbuh karena ada sendi-sendi dan anggota.
Menurutnya, anggota tubuh yang lain ketika tiap-tiap anggota berfungsi dengan teratur, maka kita seperti tubuh yang sehat karena saling menguatkan dan saling mengisi.
“Hal ini menunjukkan bahwa dengan pimpinan Kristus setiap anggota gereja menerima perubahan dalam gereja demi pertumbuhan Jemaat. Jemaat akan bertumbuh dewasa dan kuat dengan kasih,” ujarnya.
Dijelaskan, perubahan tata dasar dan peraturan-peraturan pokok serta peraturan-peraturan pelaksanaan yang akan dibicarakan selama beberapa hari ini, juga evaluasi program kerja dan anggaran pendapatan belanja sinode. Kiranya dapat dilaksanakan dengan tertib dengan bijaksana dan hikmah yang dari Tuhan.
Sebab segala keputusan yang lahir atau yang dibuat adalah untuk orang banyak di dalam suatu Jemaat dan tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan.
“Semoga juga diberikan semangat oleh Tuhan Yesus, kepala gereja itu terus meningkatkan kualitas pelayanan kita di gereja masing-masing maupun di lingkup GPI secara keseluruhan,” kata Hartanti.
Pada prinsipnya, kata Hartanti, keberadaan gereja di Papua khususnya di kota Jayapura, telah banyak memberikan kontribusi besar yang strategis terutama di bidang pengembangan spiritual bagi umat nasarani di kota Jayapura seperti kehadiran GPI di tanah Papua.
“Oleh karena itu mari bersama kita bangun kehidupan yang memiliki persekutuan kesaksian dan pelayanan di lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.
Sekretaris Badan Pekerja Sinode GPI di tanah Papaua, Dr Ronald Helwelderi, mengatakan amandemen tata gereja ini merupakan usaha GPI Papua merespon perkembangan – perkembangan baru baik dalam bergereja, beragama dan bermasyarakat.
“Amandemen tata gereja membutukan kesadaran GPI Papua untuk memutahirkan, membunyikan, pola pelayanannya kualitas mutuh serta dapat menghadirkan pelayanannya di tengah-tengah masyarakat,” kata Pdt. DR. Ronald Helwelderi.
“Oleh karena itu, semangat gereja harus membawah semangat revormasi pembaharuan terus menerus kepada masyarakat juga kepada Tuhan,” sambungnya.
Dikatakan, rapat badan pekerja sinode GPI Papua ini bertujuan untuk memantapkan persiapan menuju sidang sinode ke X di Kabupaten Merauke, pada Oktober mendatang.
Menurutnya, sidang sinode ke X ini sangat krusial, strategis dan penting karena pelaralihan generasi. Lima tahun kedepan harus menyiapkan masa transisi dengan baik.
Masa transisi itu, dalam arti perubahan generasi menjadi pelayan yang muncul dengan cita-cita harapan dunia baru mereka. Oleh karena itu GPI Papua harus hadir dengan perubahan-perubahan baru ditengah-tengah masyarakat jemaat dan pemerintah, tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGI Wilayah Papua, Hiskia Rollo, mengatakan perubahan itu sangat penting oleh karena itu dilakukan amandemen tata gereja untuk menjadi panduan dalam bergereja.
“Saya berharap usai dari kegiatan ini, harus disesuaikan dengan apa yang sudah disepakiti dalam rapat kerja ini. Jangan sampai disepakati lain dikeejakan lain,” kata Pendeta Hiskia dalam sambutannya.
Hiskia Rollo, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada GPI Papua, yang sudah mengelar acara ini. Dimana lewat acara ini bisa tangap menyelesaikan perobahan-perobahan ditengah masyarakat dengan pola-pola pelayanan di dalam gereja.
Sehingga kedepan jangan anak-anak muda kita lebih senang diliar dari pada didalam gereja.
Saya selaku Ketua PGI wilayah Papua tetap mendukung berdoa supaya kehendak dan hati Tuhan. Itu diterjemahkan secara baik dan benar oleh hamba-hamba Tuhan, yang menerimah tugas dan tanggungjawab untuk melakukan perubahan-perubahan.
Hindarkanlah dirimu untuk memasukkan keinginan hatimu ke dalam tata gereja. Karena tata gereja ini merupakan fungsi kontrol dari pekerjaan gereja yang diperintahkan oleh Tuhan.
“Oleh karena itu hindarkan dirimu sejauh mungkin supaya tata gereja ini benar-benar menjadi pedoman untuk kerja-kerja dalam gereja dan jemaat bahkan masyarakat,” ujarnya.
SEO
