Batal Dikunjungi Istri Mendagri, Warga SP 1 Bakar Ban Luapkan Kekecewaan

IMG 20220628 WA0015
Aksi Bakar Ban oleh Warga SP 1 sebagai bentuk kekecewaan terkait batal kunjungan istri Mendagri, Selasa (28/6/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari – Akibat ketua umum TP PKK Ny Tri Suswati Tito Karnavian batal menghadiri dasawisma di SP1, Selasa (28/6/2022), warga setempat meluapkan kekecewaannya dengan membakar ban bekas di depan tenda yang sudah dibangun.

Warga merasa kecewa sudah bekerja keras termasuk bekerja kilat mencetak baliho dan memasangnya di sepanjang jalan.

Kepala Distrik Prafi M. Ali Syamsul saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Selasa sore membenarkan peristiwa itu.

Syamsul mengaku lemas bahkan istrinya ingin menangis ketika mendengar kabar bahwa kunjungan Istri Menteri Dalam Negeri Tri Suswati Tito Karnavian ke Satuan Pemukiman SP1 dibatalkan, dialihkan ke SP3 Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

“Setelah saya dengar kabar dibatalkan, saya langsung lemas, sementara istri saya (mau) menangis,” kata Kepala Distrik Prafi M. Ali Syamsul.

Dia mengatakan, rencana kunjungan Ketua Umum Penggerak PKK Pusat itu sudah dibicarakan beberapa hari yang lalu, sehingga segala persiapan sudah disiapkan warga dan perangkat Kampung.

“Yang dari pusat yang nentukan, tahu-tahu dia memilih SP3, ya kita masa nolak? Bupati gak mungkin menolak. Jadi tiga dasawisma itu dia memilih SP3 Distrik Prafi” ucapnya.

Menurut Ali Syamsul bahwa kekecewaan warga ini merupakan hal wajar, namun pihaknya telah menetralkan situasi.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada pak kepala kampung, bahwa memang dibatalkan dari pihak Kementerian, yang punya kewenangan ini kan Kementerian, Bupati, Gubernur bukan menentukan tapi Kementerian” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa kemarin pihaknya telah siap, seharusnya dari Provinsi memilih satu diantara tiga Kampung yang akan dikunjungi oleh ibu Menteri.

“Jadi kan kita seleksi tiga dasawisma, yang dinilai terbaik. Kemarin sudah putuskan satu termasuk dari Kementerian dan protokoler provinsi dan yang menentukan itu minimal kan provinsi dari tiga dasawisma yang diajukan oleh Kabupaten,” tuturnya.

Aksi spontan ini tidak berlangsung lama setelah aparat Kepolisian sektor Prafi memberikan arahan agar warga tetap tenang tidak terpancing emosi.

“Aksinya spontan, tapi sudah diamankan,” singkat Kapolsek Prafi IPTU Ignatius Hutauruk menjelaskan saat dikonfirmasi Selasa sore.

KENN

Exit mobile version