Koreri.com, Jayapura – Ketua Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) mendesak Pemerintah Kabupaten setempat untuk mencairkan beasiswa bagi mahasiswa asal daerah itu yang berada di kota studi Jayapura.
Desakan tersebut disampaikan Ketua KPMY Yanis Soll melalui telepon seluler kepada media Koreri.com, Minggu (7/8/2022) sore.
“Pemerintah Kabupaten Yahukimo harus mempercepat proses pencairan beasiswa karena banyak mahasiswa yang ambil surat cuti,” bebernya.
Yanis Soll merincikan mahasiswa asal Yahukimo menyebar pada sejumlah kota studi di Indonesia.
“Kami mahasiswa Yahukimo ada di 23 kota studi dan salah satunya Kota Jayapura. Dan sejak beberapa bulan yang lalu, kami telah menyampaikan permintaan bantuan sosial atau bantuan studi melalui sidang DPRD atau minimal kebijakan Bupati,” akuinya.
Para mahasiswa, lanjut Yanis Soll, sangat membutukan uluran tangan dari orang tua terkasih yaitu Bupati Yahukimo dan Pemda.
“Kami menunggu dua bulan dari Juni sampai dengan Juli, uluran tangan dari Bupati dan Pemda Yahukimo untuk pembayaran SPP mahasiswa Yahukimo di seluruh Indonesia tepatnya 23 kota studi dan lebih khususnya di Jayapura.
Dan ini sudah berakhir tetapi PTS atau PTN memperpanjangkan sampai 6 Agustus,” bebernya.
Yanis Soll membenarkan jika Sabtu (6/8/ 2022) merupakan batas akhir pembayaran SPP dan tidak ada lagi toleransi yang diberikan.
“Untuk itu, kami mendesak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo untuk tidak mempersulit kami mahasiswa,” kembali desaknya.
Yanis Soll kembali meminta Pemda Yahukimo untuk mempertimbangkan hal ini.
“Ratusan mahasiswa terpaksa cuti kuliah dan sementara yang lainnya sedang ajukan cuti kuliah di tahun ajaran 2022,” tandasnya.
Sekretaris Umum Nando Kobak menambahkan bahwa 23 Korwil kota studi yang ada di seluruh Indonesia telah menyampaikan keluhannya dan meminta bantuan dana agar bisa membayar SPP dan melanjutkan studi.
“Kami juga harapkan orang tua kami. Selain itu, bapak Bupati dan Pemda Yahukimo juga kami berharap sekali untuk cairkan bantuan,” pintanya.
AMIN
