Koreri.com, Timika – Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran beasiswa bagi mahasiswa, khususnya yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Evaluasi ini guna menyisir penerima beasiswa ganda atau lebih dari satu sumber.
Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Anton Welerubun, menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada penerima beasiswa yang memperoleh bantuan dari lebih dari satu sumber.
“Apabila mahasiswa sudah menerima beasiswa atau bantuan dari YPMK, maka dari Pemerintah tidak perlu diberikan lagi. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya saat memberikan keterangan di Timika, Papua Tengah, Senin (30/3/2026).
Menurut Welerubun, kebijakan ini bertujuan agar distribusi bantuan pendidikan menjadi lebih merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat asli Papua, khususnya dari suku Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya, termasuk masyarakat Papua secara luas.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatannya selama ini, terdapat penerima beasiswa yang memperoleh dukungan dari beberapa lembaga sekaligus. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan fokus belajar.
“Ketika seseorang menerima bantuan berlebih dari berbagai pihak, ada kecenderungan motivasi untuk berjuang menjadi berkurang. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Meski demikian, Welerubun menegaskan bahwa hal tersebut masih bersifat pengamatan awal dan akan ditindaklanjuti melalui evaluasi yang lebih terukur.
Ke depan, Dinas Pendidikan Mimika juga akan memperketat standar penerima beasiswa dengan menetapkan indikator akademik yang lebih jelas. Untuk program studi eksakta, calon penerima diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,25, sementara untuk non-eksakta minimal 2,50.
“Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa beasiswa benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang memiliki komitmen dan keseriusan dalam menempuh pendidikan,” ujarnya.
Pemda berharap, melalui penataan sistem beasiswa yang lebih tepat sasaran, kualitas sumber daya manusia Papua, khususnya di Mimika, dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
EHO
