Polisi Ciduk Bandar Togel, Sanggeng Sempat Memanas

IMG 20220913 WA0002 1
Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom,S.I.K.,M.Si saat bernegosiasi dengan Warga di Kompleks Sanggeng, Manokwari, Selasa (13/9/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari – Instruksi Kapolri terkait pemberantasan judi di tanah air tidak pandang bulu bukan sekedar wacana, Polda Papua Barat secara pelan-pelan membersihkan penjualan judi di wilayah hukumnya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat berhasil menciduk bandar togel di Jalan Serayu Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Selasa (13/9/2022) langsung menggelar pemeriksaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Kombes Novia Jaya membenarkan penangkapan bandar togel itu. Namun pihaknya masih mendalami lebih jauh.

“Masih kita dalami. Pemeriksaan terduga pelaku masih sementara berlangsung,” jawabnya saat dikonfirmasi via pesan singkat sembari menambahkan “Jika cukup bukti, kita proses lebih lanjut. Jika tidak kita kembalikan ke keluarga,” tambahnya.

Penangkapan Bety bandar Toto Gelap bersama tiga rekannya dilakukan personil Ditkrimum dibackup Brimob Polda Papua Barat, sekira pukul 12.00 WIT.

Hal itu kemudian mendapat respon perlawanan dari warga sekitar yang menilai proses penangkapan tidak dilakukan sesuai SOP. Menurut warga, Bety bahkan sempat diseret dan dilempar ke dalam mobil.

Tak hanya itu, warga melampiaskan kekesalannya dengan memblokade jalan Yos Sudarso Sanggeng Manokwari. Aksi beberapa menit itu pun kemudian berhasil dimediasi Kapolres Manokwari AKBP Parisian Herman Gultom, S.I.K.

Warga mengaku tidak terima proses penangkapan Bety bandar Toto Gelap (Togel) bersama tiga rekannya, yang dinilai dilakukan aparat kepolisian secara berlebihan.

“Itu aksi spontan atas apa yang terjadi. Polisi menangkap tetapi tidak dengan proses yang humanis. Masa diseret seperti itu,” ujar Markus Yenu warga Sanggeng.

Yang mengherankan, lanjut Yenu ada sejumlah oknum polisi yang biasa mengambil jatah setoran di bandar togel tersebut.

“Sekali lagi prosedur penangkapan yang dinilai warga sangat berlebihan. Setidaknya bisa dikoordinasikan dengan ketua RT-RW atau ketua karang taruna,” paparnya.

Penangkapan secara tiba-tiba membuat panik warga sekitar. Dengan spontan mereka melakukan aksi perlawanan sebab menilai prosedur penangkapan tak seharusnya dilakukan bak menangkap teroris.

“Diseret ke luar rumah laku dilempar di atas mobil. Itu saya kira sangat tidak manusiawi. Kita tahu bersama Togel memang dilarang, tetapi cara penangkapan nya itu yang membuat warga marah,” cetusnya lagi.

Kapolres Manokwari AKBP Parisian Herman Gultom, S.I.K mengaku soal itu akan berkoordinasi dengan Polda Papua Barat.

Ia menjamin kondisi yang ditangkap dalam keadaan baik, namun menyarankan agar blokade jalan dibuka agar tidak mengganggu aktivitas publik.

“Yang penting blokade jalan sudah dibuka, perkembangannya lanjut nanti disampaikan kemudian,” ujarnya.

KENN

Exit mobile version