Koreri.com, Manokwari – Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H menyebut potensi pertanian Papua Barat yang luar biasa menjadi modal paling besar untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat yang lebih baik di masa depan.
Politisi NasDem yang pernah menjabat camat 4 tahun 6 bulan kemudian 25 tahun jadi kepala daerah merubah UU otonomi daerah itu, menyatakan tidak pernah andalkan APBN tapi semangat dan kemauan yang kuat bisa dijadikan contoh bagi Papua.
“Jika kepala daerah dari Bupati, Gubernur dan DPRD-nya mau dan betul-betul berpihak kepada rakyat, mari perbaiki semua kekurangan, pasti dalam waktu singkat rakyat bisa melihat kesejahteraan,” kata Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan sambutan di acara pencanganan tanaman padi sawah musim tanam II 2022/2023 dalam bulan bakti gotong royong Kabupaten Manokwari di Kampung Desai, Distrik Prafi, Selasa (25/10/2022).
Mantan Gubernur Sulawesi selatan yang menjabat selama 10 tahun itu, pertumbuhan ekonomi daerah yang dipimpinnya tidak pernah dibawah 7,2 persen, semuanya itu hanya diandalkan dari hasil pertanian.
SYL mengingatkan bahwa saat ini bukan lagi Indonesia untuk Papua tetapi Papua untuk Indonesia, sehingga dirinya terlalu yakin dengan melihat kondisi SDA dan semangat Bupati Manokwari luar biasa.
Dengan semangat, kemauan, tekad dan penuh kekompakan atas nama kemanusiaan agama dan bangsa maka kemajuan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat pasti akan terwujud.
“Untuk itu, jangan terlalu lama menunggu, karena pertanian itu hasil produksinya bervariasi dari 1 hingga 7 bahkan 1 tahun tinggal dipilih saja. Saya bersama bapak Gubernur akan mendorong ini untuk lebih baik,”tandas Mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Sedangkan Pj Gubernur Papua Barat Drs Paulus waterpauw, M.Si mengatakan, pencanangan tanam padi sawah ini, sesuai instruksi presiden kepada pemerintah daerah untuk mengantisipasi kondisi krisis yang sedang dihadapi negara dan masyarakat saat ini.
Untuk itu, masyarakat diihmbau untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum digarap oleh masyarakat dan instruksi tersebut merupakan suatu hal positif dalam mendorong masyarakat dan pemerintah di daerah untuk wajib memanfaatkan pekarangan, terutama pada momen pencangan tanam padi ini.
Rasa bangga dan apresiasi yang luar biasa disampaikan Pj Gubernur Paulus Waterpauw atas kehadiran Menteri Pertanian SYL ke Manokwari Papua barat, termasuk kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah mendapat penghargaan berupa sistem pertanian pangan tangguh dan beras tahun 2019- 2021.
“Ini kado ulang tahun Indonesia ke-77 dengan tema Indonesia tangguh, Indonesia unggul. Bisa ditambah lagi pangan aman, negara kuat,” ungkap Pj Waterpauw.
Selain itu, Pemprov juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Menteri Pertanian dan jajaran yang terus memberikan kebijakan alokasi anggaran oleh satuan kerja DIPA APBN kepada Dinas Pertanian di Provinsi Papua Barat dan kabupaten kota.
Tentu kebijakan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus melakukan kegiatan peningkatan produksi komoditi pertanian dan perkebunan di Papua Barat.
Karena lebih lanjut Pj Gubernur, program kegiatan pertanian juga ikut menjaga stabilitas ketersediaan stok pangan di provinsi Papua barat dan telah ikut menekan terjadinya peningkatan inflasi.
KENN
