Kapolda DTM Tegaskan : Mati atau Hidup Namanya Penjahat, Saya Cari, Tangkap dan Dihukum

WhatsApp Image 2022 12 28 at 23.18.35
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga,S.H.,M.A (Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari – Terkait pernyataan yang beredar melalui penggalan video bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap IV Sorong Raya dipimpin Arnoldus Kocu telah menguasai Kumurkek, ibukota Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya dan menghadang rombongan Pangdam XVIII/ Kasuari baru-baru ini, dibantah Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga,S.H.,M.A.

Dalam keterangan resminya kepada awak media di Manokwari, Rabu (28/12/2022) Kapolda menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan Arnoldus Kocu itu tidak benar dan bohong semua.

“Termasuk video yang beredar bahwa mereka (KKB) menguasai ibukota Kabupaten Maybrat itu tidak benar, faktanya pasukan TNI-Polri disana melakukan patroli kamtibmas terkendali dan kehidupan bermasyarakat baik-baik saja, keamanan terjamin, situasi kondusif, kegiatan masyarakat berjalan dengan baik,” kata Kapolda Papua Barat kepada wartawan usai menghadiri perayanaan natal bersama pemerintah provinsi Papua Barat di GOR Sanggeng Manokwari, Rabu malam.

Irjen DTM membenarkan bahwa video yang beredar adalah kelompok Arnoldus Kocu yang menggelar konferensi pers di salah satu sekretariat partai politik, dimana pada saat itu ada kegiatan perayaan natal, setelah kegiatan tersebut banyak orang berkerumun di tempat tersebut pada malam hari.

Namun Jenderal polisi bintang dua ini tidak memastikan kelompok kriminal tersebut berada di TKP, karena banyak orang berada di tempat itu. Pasalnya hingga pagi hari situasi kamtibmas Kota Kumurkek lebih khusus Sekretariat partai politik tersebut aman kondusif.

Kapolda menegaskan bahwa KKB Kodap IV Sorong Raya sudah kehilangan akal sehingga berkamuflase sebagai masyarakat pada sejumlah titik di Kabupaten Maybrat dengan tujuan agar bisa menyampaikan informasi melalui video yang belum tentu kebenarannya.

Tingkat pengamanan di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya terus ditingkatkan. Pasukan TNI dan Polri bersinergi bersama pemerintah daerah melakukan evaluasi kondisi terkini para pengungsi disana, agar bisa menyuguhkan yang terbaik kepada masyarakat di daerah tersebut.

Lebih khusus di kampung-kampung di daerah Kisor yang diklaim kelompok Arnoldus Kocu bahwa masyarakat telah mengungsi, padahal sekitar seribuan orang sudah kembali dari pengungsian ke kampungnya masing-masing.

“Yang jelas mati atau hidup, yang namanya penjahat kemanusiaan itu saya cari, tangkap dan hukum,” tegas Kapolda dengan wajah yang serius.

KENN

Exit mobile version