Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Kembali Disoroti Dalam Musrenbang Papua Barat

IMG 20230504 WA0119
Pembukaan Musrenbang Papua Barat tahun 2023 di Ballroom Aston Niu Manokwari, Kamis (4/5/2023).(Foto : Istmewa)

Koreri.com, Manokwari– Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung di Ballroom Aston Niu Manokwari, Kamis (4/5/2023). Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. Paulus Waterpauw, M.Si menyoroti penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di daerah ini.

“Rata-rata persentase penduduk miskin ekstrem di Papua Barat tahun 2021 sebesar 9,64 persen dan tahun 2022 turun menjadi 8,35 persen,” kata Waterpauw saat membuka Musrenbang Papua Barat.

Waterpauw menjelaskan rata-rata persentase penduduk miskin ekstrem di Papua Barat mengalami penurunan sebesar 1,29 persen namun masih di bawah rata-rata nasional.

Sedangkan kondisi stunting di Papua Barat terdapat empat kabupaten yang mengalami kenaikan yakni Pegunungan Arfak sebesar 11,4 persen, Manokwari sebesar 9,7 persen, Fakfak sebesar 3 persen dan Kaimana sebesar 0,7 persen.

Penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat, kata Waterpauw perlu adanya revitalisasi dari peran Posyandu dengan menggerakkan perangkat kampung, biaya untuk kader posyandu, biaya perbaikan gizi dan sebagainya.

“Lakukan pelayanan terpadu dengan ukur timbang, imunisasi, dan lainnya bagi keluarga beresiko stunting,” kata Waterpauw.

Menurutnya, stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat merupakan tantangan dan tugas bersama untuk memperbaiki capaian kinerja di berbagai sektor pembangunan di tahun 2024.

“Untuk itu, perlu pendekatan perencanaan pembangunan secara tematik holistic guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan lebih efektif dan efisien,” bebernya.

Turut hadir dalam musrenbang ini Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan, Staf Ahli Menteri Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan.

KENN

Exit mobile version