as
as

Canangkan HAN ke 39 Tingkat Kota Jayapura, Frans Pekey Beri Pesan Penting

IMG 20230714 WA0012

Koreri.com, Jayapura – Penjabat Wali Kota Frans Pekey di dampingi Bunda PAUD Kota Jayapura mencanangkan Hari Anak Nasional (HAN) ke 39 Tahun, Jumat (13/7/2023).

Pencanangan bertempat di lapangan Kantor Wali kota Jayapura.

Pencanangan HAN bertujuan untuk menumbuhkembangkan kecerdasan linguistik anak, daya imajinasi, inestetik jasmani, keberanian mengekspresikan diri, serta mengaktualisasikan identitas diri.

Total 860 anak dari 136 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kota Jayapura mengikuit kegiatan tersebut.

Frans Pekey dalam sambutannya mengatakan pencanangan HAN ke 39 Tahun Tingkat Kota Jayapura merupakan pesan kepada semua pihak untuk mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Baik itu dari lingkungan keluarga maupun sekolah

“Kita semuanya tanpa terkecuali harus memastikan bahwa anak – anak mendapat perlindungan yang terbaik,” tekannya.

Frans Pekey juga menegaskan anak-anak harus merasa aman, nyaman dan bisa berekspresi dengan bebas dalam bermain, membuat keterampilan, belajar dan sebagainya.

Ia pun mengajak semua pihak berkolaborasi dan bekerja sama untuk melindungi dan memastikan bahwa anak – anak dalam keadaan aman dan nyaman untuk bisa berkembang secara fisik, intelektual dan juga secara spiritual

“Maka kita akan mendapat generasi masa depan masyarakat, masa depan bangsa yang berkualitas dan berdaya saing,” tandasnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jayapura, Maria Yuvita Pekey menyampaikan selaku ketua PKK dan Bunda PAUD, dirinya menginisiasi Pencanangan HAN 2023 ini untuk mengajak berbagai organisasi lainnya, dengan tujuan besar meningkatkan kualitas hidup Anak Usia Dini.

Dikatakan, pemilihan sub tema “Mewujudkan Lingkungan Yang Aman Untuk Anak” memberi arti menghindari terjadinya penelantaran dan diskriminasi terhadap anak.

“Karena anak usia dini ini, merupakan fase dari siklus kehidupan yang sangat penting untuk diintervensi di fase tumbuh kembangnya, oleh berbagai pihak.” tandasnya.

Yuvita Pekey menambahkan, bagi anak-anak, bermain adalah belajar dan belajar adalah bermain.

Oleh karena itu menurutnya, bukan hanya peran lembaga pendidikan yang diperlukan, tetapi juga peran orang tua sangat penting. Karena waktu anak lebih banyak dengan orang tua.

Dengan demikian lanjut dia, model keteladanan anak dibentuk oleh guru, yang dalam hal ini keluarga, satuan Pendidikan dan lingkungan atau masyarakat.

“Ketiga komponen ini harus berkualitas, sehingga apa yang diserap oleh anak itu, dapat meningkatkan kompetensi dirinya.” pungkasnya.

SAV

as

as