Pemilu 2024, Kajati PB Ultimatum: Keluarga Besar Adhyaksa Harus Netral

IMG 20231007 WA0010
Kajati Papua Barat Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat (PB) Dr. Harli Siregar, S.H, M.Hum memberikan ultimatum kepada para jaksa, pegawai dan para istri yang tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) agar tidak terlibat dalam politik praktis.

Orang nomor satu di Kejati Wilayah PB itu menegaskan bahwa baik Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan maupun istrinya harus netral dalam pesta demokrasi Pemilihan Umum 2024 mendatang.

“Keluarga besar Adhyaksa harus netral. Nah kalau ada ASN yang mencalonkan dirinya jadi caleg maka dia harus mundur karena itu aturannya. Kalau ada suaminya atau istrinya yang menjadi caleg, maka dia harus tetap netral walaupun dia sebagai ASN. Saya kira begitu penegasannya,” tegas Harli Siregar saat membuka pertemuan konsultasi IAD Wilayah Papua Barat dengan IAD jajaran di Hotel Rilych Panorama, Kampung Baru, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (7/10/2023).

Harli memberikan pesan ini untuk disampaikan kepada seluruh keluarga besar Adhyaksa di wilayah hukum Kejati PB untuk tidak tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi sama-sama menciptakan kamtibmas yang kondusif sehingga pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik.

Kemudian, hasil dari Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil itu dapat menghasilkan pemimpin yang amanah.

“Sebagai bagian dari aparat sipil negara harus bisa menjadi dinamis atau stabilisator karena itu kita harus siap sebagai bagian dari kelembagaan negara,” tandasnya.

KENN

Exit mobile version