Koreri.com, Ambon – Tim dari KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas I Ambon bersama sejumlah pihak terkait lainnya berhasil menyelamatkan tiga unit kapal yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Maluku.
Tiga kapal tersebut yaitu Takboat KM Rizky 27 (97 GT), KM Bokekel 21 (195 GT) dan KM Bokekel 23 (195 GT) lostonges.
Kabid Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas 1 Ambon ,Gunawan, dalam pernyataanya Minggu (7)1/2024 ) membenarkan, pihaknya telah melakukan penyelamatan terhadap ketiga kapal tersebut .
Dari hasil koordinasi yang dilakukan, ketiga kapal tersebut mengalami black out atau kapal mati mesin kemudian terapung-apung di area perairan DLKP Kelas 1 Ambon.
Merespon itu, Kepala Kantor KSOP Kelas I Ambon Arif Muljanto telah menginstruksikan dirinya dan seluruh awak kapal KNP 338 untuk melaksanakan aksi SAR dalam rangka memberikan pertolongan ke tiga kapal itu.
”Tanggal 7 Januari 2024 pukul 03.00 WIT dini hari tadi, kami telah menemukan ketiga kapal dalam kondisi mati mesin, tidak ada lampu, semuanya mati. Sementara tinggal krunya saja yang ada diatas kapal. Kita langsung lakukan penyelamatan dengan cara menarik kapal Tugboat Rezky 27 yang sebenarnya kita dapati juga sedang menarik KM Bokekel 21 dan KM Bokekel 23.yang kita tarik dengan KMP 117 Kalawai dan dibantu dengan KMP 338 milik KSOP kelas 1 Ambon,” urainya.
Selanjutnya, pukul 07.00 WIT, tiga kapal tersebut berhasil ditarik hingga masuk ke Teluk Ambon dan tiba pukul 12.00 WIT di perairan Dok Talake Ambon.
Dikatakan Gunawan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Distrik Navigasi Kelas 1 Ambon.
Pantauan awal gerakan kapal-kapal tersebut mulai dari black out sampai ditemukan, jarak yang diplot 15 mil dari pelabuhan Ambon.
“Tetapi ketika kita berlayar dan kita temukan jaraknya dari Gudang Arang mencapai 17 mil, kemudian kita lakukan penyelamatan, penggandengan dan pengikatan lalu kita tarik ke Gudang Arang kemudian ke dok Wayame di Talake itu dengan kecepatan hanya 2-3 knot saja. Kapalnya pelan karena sangat besar dan banyak,” bebernya.
Gunawan menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dan juga memastikan bahwa awak kapal bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Dokumen dari kapal-kapal tersebut sudah lengkap. Sebagaimana pemeriksaan awal yang kita lakukan, kapal-kapal tersebut memiliki dokumen yang sudah sesuai dengan peruntukan. Jadi tidak ada kekurangan dari kapal-kapal ini,” akuinya.
Kapal-kapal tersebut berencana akan melakukan perbaikan di dok Talake.
BKL
