Koreri.com, Manokwari – Terkait rencana relokasi 31 tempat pemungutan suara (TPS) dari 5 Distrik di wilayah Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya (PBD) ke ibukota Kumurkek pada saat pemilu serentak 14 Februari 2024 disebabkan karena faktor keamanan ditanggapi Kapolda Papua Barat.
Dalam keterangan persnya kepada wartawan di Mapolda Papua Barat, Rabu (10/1/2024) Kapolda Irjen Pol Johnny Eddizon Isir,S.I.K.,M.T.C.P mengaku pihaknya belum mendapat informasi rencana KPU PBD merelokasi 31 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 300an lebih itu karena wilayah Aifat Selatan berpotensi rawan konflik.
Namun diakuinya, hingga saat ini situasi Kabupaten Maybrat lebih khusus wilayah Aifat Selatan masih aman.
Buktinya sejumlah warga setempat sudah kembali dari tempat pengungsian mereka.
Kendati demikian apa pun keputusan KPU PBD tetap didukung pihak kepolisian.
“Kami belum terima informasi relokasi 31 TPS dari AIfat Selatan ke Kumurkek, kami akan koordinasi dengan KPU dulu. Yang jelas pengungsi sebelumnya itu sudah kembali ke kampungnya kemudian sudah ada gabungan TNI/Polri disana untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ucap Irjen Johnny Isir kepada awak media usai memimpin sertijab lima PJU Polda Papua Barat dan Kapolres Tambrauw di Arfak Confetion Hall.
Jenderal polisi bintang dua jebolan AKPOL 97 itu mengaku masih ada pengungsi yang berada di titik titik lain yang juga akan diupayakan untuk kembali ke kampung halamannya.
“Kalau kawan-kawan KPU menyampaikan akan merelokasi 31 TPS itu akan kami komunikasikan lebih lanjut lagi, mengupdate serta mengakses situasi keamanan di Kabupaten Maybrat. Yang jelas kami bersama Pangdam XVIII/ Kasuari kita menjamin situasi kamtibmas di sana (Maybrat),” sahutnya.
Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan dan pemetaan terhadap titik-titik rawan seperti yang terjadi di wilayah Provinsi Papua mengakibatkan relokasi TPS, akan ditindaklanjuti Kapolda Papua Barat.
Sebelumnya Ketua KPU PBD Andarias Kambu kepada wartawan di kantornya, Senin (8/1/2024) membenarkan rencana relokasi 31 TPS pada 5 Distrik di wilayah Aifat.
Menurut Andi Kambu, lokasi yang aman untuk relokasi 31 TPS tersebut hanya di Kumurkek, Ibukota Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Akibat merasa tidak nyaman, lanjut Ketua KPU Andi Kambu, masyarakat di 5 Distrik itu sudah mengungsi meninggalkan kampung mereka dan sekarang berada di Kumurkek.
“Kita relokasi kan ke Kumurkek supaya masyarakat yang punya hak pilih bisa gunakan hak mereka, itu menjadi fokus utama bagi kami karena wilayah itu lebih rawan,kita juga sudah diskusi dengan Pj Gubernur untuk dukungan pemerintah daerah dan keamanan disana,” sahut Andi Kambu kepada wartawan senin siang.
Ketua KPU PBD itu menjamin ketika relokasi 31 TPS dengan jumlah pemilih lebih dari tiga ribu orang itu dapat memberikan hak politik mereka sehingga partisipasi pemilih meningkat.
“Justru semua pemilih ada di Kumurkek sehingga mereka dapat memilih dan partisipasi pemilih meningkat,” pungkasnya.
KENN
