as
as

BPS Rilis Angka Inflasi Papua Barat dan PBD di Januari 2024

Ilustrasi Inflasi
Foto Ilustrasi

Koreri.com, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat merilis angka inflasi yang dialami dua provinsi selama Januari 2024.

“Pada Januari 2024 terjadi inflasi bulanan (m-to-m) Provinsi Papua Barat sebesar 0,63% dan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) sebesar 0,13%,” terang Kepala BPS Papua Barat Ir. Merry, M.P dalam keterangannya sebagaimana rilis yang diterima Koreri.com, Jumat (2/2/2024).

Disebutkan Merry, penyumbang utama inflasi bulanan di Provinsi Papua Barat adalah komoditas Tomat (0,27%), Beras (0,13%), Kangkung (0,12%), Ikan Ekor Kuning/Lalosi (0,12%) dan Ikan Layang/Mumar (0,09%).

Sedangkan Penyumbang utama inflasi bulanan di Provinsi Papua Barat Daya adalah komoditas Bawang Merah (0,11%), Tomat (0,08%), Bawang Putih (0,06%), Sigaret Kretek Mesin (0,05%), dan Ikan Layang/Mumar (0,05%).

Kemudian penyumbang utama inflasi tahunan di Provinsi Papua Barat adalah komoditas Beras (1,05%), Tarif Angkutan Udara (0,40%), Sigaret Kretek Mesin (0,37%), Tomat (0,32%), dan Bawang Putih (0,23%).

“Penyumbang utama inflasi tahunan di Provinsi Papua Barat Daya adalah komoditas Beras (0,53%), Ikan Tuna (0,39%), Sigaret Kretek Mesin (0,33%), Ikan Teri (0,31%), dan Tarif Angkutan Udara (0,18%),” rincinya.

Dirincikan, secara tahunan, inflasi (y-on-y) Januari 2024 Provinsi Papua Barat mencapai 3,05% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,94.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,48 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,29 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,29 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,01 persen; kelompok transportasi sebesar 3,91 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 5,91 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,16 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran  sebesar 4,52 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,06 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Papua Barat bulan Januari 2024 masing-masing sebesar 0,63 persen.

Sementara, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Papua Barat Daya di bulan Januari 2024 sebesar 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,55.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,11 persen dengan IHK sebesar 107,13 dan yang terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 1,34 persen dengan IHK sebesar 103,27.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,77 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,59 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,30 persen; kelompok transportasi sebesar 2,80 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,19 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,00 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,96 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pendidikan sebesar 2,43 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Papua Barat Daya bulan Januari 2024 masing-masing sebesar 0,13 persen.

KENN

as