Koreri.com, Sorong – Munculnya pemberitaan salah satu media yang menyebutkan antrian panjang pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (PBD) karena akibat kelangkaan BBM langsung mendapat tanggapan pihak terkait.
Tanggapan tersebut salah satunya datang dari SPBU Sorpus.
“Antrian karena kelangkaan BBM itu tidak benar, karena kami sendiri dari pihak SPBU sebagai penyalur BBM ke konsumen. Bahkan kami punya SPBU ini buka sejak pukul 06.00 Wit dimana sudah melayani konsumen yang sudah antri sambil menunggu pengisian baru dari Pertamina,” terang Ali selaku penanggung jawab SPBU Sorpus, Kamis (28/3/2024) sore.
Dia tak menampik jika memang ada beberapa kendala saat penyaluran.
“Misalnya sekarang menggunakan QR barcode, jadi kami harus menggunakan QR barcode tersebut terlebih dulu. Kemudian kami harus periksa STNK dan plat nomor baru kami melakukan penyaluran ke kendaraan tersebut. Jadi memang waktunya agak sedikit lama,” bebernya.
Ali kembali menegaskan sekali lagi bahwa antrian terjadi bukan karena kelangkaan BBM.
“Jadi untuk pemberitaan di salah satu media mengatakan bahwa terjadi kelangkaan BBM menjelang hari raya Idul Fitri kami pihak SPBU sendiri sekali lagi menegaskan bahwa itu tidak benar,” tegasnya.
Ali menyebutkan SPBU Sorpus sendiri menyalurkan BBM subsidi ke konsumen itu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sejak pukul 06.00 Wit.
“Untuk pertalite sendiri itu kami tutup hingga pukul 22.00 Wit. Sementara kalau bio solar memang kami atur penjualannya biasanya kami tutup pukul 16.00 Wit. Kadang-kadang kami atur penyaluran agar supaya besok paginya kan bisa dijual lagi dan konsumennya sudah antri lebih awal,” rincinya.
Ali menambahkan untuk penyaluran BBM tetap rutin seperti hari biasa dan berlangsung normal.
“Pengiriman BBM dari Pertamina ke kami sendiri itu seperti biasa atau normal kecuali hari Minggu atau tanggal merah itu memang tidak ada penyaluran. Tapi sebelum tanggal merah tersebut kami sudah melakukan pengambilan BBM yang banyak untuk meng-cover dua hari,” tandasnya.
Ali mengaku, terkait dengan pemberitaan media tentang kelangkaan BBM pihaknya sempat ditanya Pertamina.
“Mereka menanyakan kepada kami, apakah kami ikut memberikan statemen pada saat mereka melakukan peliputan? Saya bilang mereka tanpa konfirmasi ke kami saat membuat berita itu. Tiba-tiba berita jadi kami pun kaget kalau ada berita yang mengatakan bahwa terjadi kelangkaan BBM,” ujarnya.
ZAN
