Koreri.com, Jakarta – Legislator DPR RI asal Maluku Saadiah Uluputty melakukan protes keras terhadap pagar laut dan lemahnya fungsi kedaulatan kelautan Indonesia.
Protes itu dilontarkan saat rapat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait pagar laut yang dikeluhkan nelayan membentang sepanjang 30 KM di pesisir utara Tangerang, Rabu (23/1/2025).
“Kami berharap ada solusi yang disampaikan agar kasus pagar laut tidak terjadi di daerah-daerah lainnya,” imbuhnya.
Anggota Komisi VI DPR RI ini mempertegas persoalan kasus pagar laut itu ada sejak Menteri KKP di jabat Wahyu Sakti Trenggono 5 tahun lalu dan baru terungkap saat viral di media sosial. Hal itu seolah-olah menunjukkan instansi besar seperti KKP yang mengurus laut tidak berfungsi.
“Saya kira ada berbagai macam Dirjen seperti Dirjen Ruang Laut juga Dirjen PSDKP, tapi hingga kini belum mampu menemukan dalang dari pembuat pagar laut, dimana selama ini? Aneh! Terus terang, memang untuk menemukan orang jujur di negara ini sangat susah,” kecamnya.
“Dan kalau hingga hari ini belum menemukan dalangnya, maka sebagai wakil rakyat kami merasa heran! Bukankah KKP mempunyai semua sarana yang ada, jawab kami secara jujur saja, apakah kurang anggaran untuk pengawasan?” tanyanya tegas.
Saadiah juga menyampaikan perbandingan yang jauh berbeda ketika mendatangi nelayan saat reses di Maluku yang hendak membangun karamba di laut. Namun sudah dikejar pembayaran BPMB.
“Sedangkan 30 KM pagar laut yang sudah bertahun-tahun harus berhati-hati, ada apa?” tanyanya heran.
Sebagai catatan DPR-RI, Saadiah juga menyoroti anggaran KKP senilai Rp6,2 Triliun lebih sedikit jika dibanding dengan Kementrian Pertahanan sebesar Rp147 Triliun dengan tugas dan fungsi menjaga kedaulatan Laut, menjaga seluruh potensi perikanan yang ada di Indonesia.
Saadiah menyampaikan dari 8 Asta Cita Presiden Prabowo, 7 diantranya adalah fungsi yang dijalankan oleh KKP.
“Dan secara tegas kami meminta kenaikan anggaran serta berharap tak ada kecolongan, bahkan perampokan kedaulatan laut Indonesia,” tegasnya.
RLS
