Jelang Rotasi Pejabat Eselon Mamberamo Raya: Bupati-Wabup Diingatkan Soal Ini

Elias Basutey Rotasi Jab Eselon
Ketua DPRK Mamberamo Raya Elias Basutey, S.Pd, ketika memberikan keterangan pers di kediamannya, di Burmeso, Sabtu (21/6/2025)/ Foto : Ist

Koreri.com, Bormesso – Rotasi pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Raya oleh Bupati Robby Rumansara dan wakilnya Kevin Totouw dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mamberamo Elias Basutey, S.Pd, menyampaikan harapannya.

Ia meminta proses rotasi oleh Bupati dan Wabup hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan jaringan pejabat yang bersangkutan, terutama koneksi mereka ke tingkat Provinsi maupun pusat di Jakarta.

Menurut Basutey, dalam situasi fiskal daerah yang semakin menantang dan efisien anggaran, dibutuhkan pejabat-pejabat eselon II yang tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga mampu mencari dan membawa masuk dana dari luar, seperti dari provinsi maupun kementerian dan lembaga di Jakarta untuk mempercepat proses pembangunan didaerah.

“Saya sangat mengharapkan saudara Bupati dan Wakil Bupati agar dalam rotasi pejabat nanti, harus benar-benar melihat siapa pejabat yang punya koneksi ke Provinsi dan Jakarta itu yang dilantik. Jangan hanya pilih Kepala OPD yang cuma duduk tunggu APBD dibagi dan dipakai habis. Daerah kita ini masih terisolir dan butuh banyak anggaran untuk mempercepat proses pembangunan, sehingga kita butuh orang yang kerja, yang bisa datangkan uang dari luar,” imbuhnya saat memberikan keteranganya di Burmeso, Sabtu (21/6/2025) sore.

Politisi Golkar ini juga menekankan pentingnya memilih pejabat yang aktif dan memiliki jejaring kuat, agar program-program pembangunan di Kabupaten Mamberamo bisa berjalan maksimal meski dengan keterbatasan anggaran daerah ditengah efisiensi anggaran.

Dia juga nengingatkan bahwa rotasi jabatan seharusnya menjadi momentum penyegaran dan peningkatan kinerja birokrasi, bukan sekadar formalitas atau bagi-bagi jabatan karena di intervensi oleh keluarga, maupun tim sukses.

“Masyarakat dari air menetes sampai ombak pecah, dari Nadofuai sampai Yoke menaruh harapan besar pada pemerintahan ini, karena Bupati dan Wakil Bupati adalah anak asli, sehingga pejabat yang ditempatkan harus punya visi, jaringan, dan kemampuan lobi. Itu kunci sekarang ini, supaya daerah ini cepat dibangun maju seperti daerah di Indonesia,” imbuhnya.

Basutey pun menegaskan lembaga DPRK yang dipimpinnya siap mendukung langkah-langkah strategis Bupati sesuai visi misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat ketika berkampanye, yang sejalan dengan kepentingan masyarakat serta kemajuan daerah.

Ia tak menampik jika dirinya menyayangkan lambatnya proses rotasi jabatan pasca pelantikan Bupati dan Wabup Mamberamo Raya pada 20 Februari lalu di Jakarta.

Karena keterlambatan itu telah berdampak serius terhadap jalannya pemerintahan dan pelaksanaan program prioritas.

“Lambatnya rotasi jabatan membuat program 100 hari kerja Bupati tidak berjalan dan gagal total.  Bahkan visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye bisa dikatakan gagal total karena tidak didukung oleh struktur birokrasi yang solid,” sorot Basutey.

Ia menilai rotasi jabatan seharusnya dilakukan segera setelah pelantikan, agar setiap OPD memiliki pemimpin yang sejalan dengan arah kebijakan kepala daerah.

“Kita ini daerah dengan tantangan besar sehingga harus dipimpin orang-orang yang punya visi, semangat, dan jaringan luas. Itu kunci agar kita bisa keluar dari ketertinggalan,” pungkasnya.

NAP

Exit mobile version