Koreri.com, Makassar – Kabupaten Tambrauw merupakan salah satu daerah di Provinsi Papua Barat Daya dengan wilayah yang cukup luas.
Namun kondisi pembangunannya masih tertinggal termasuk pendapatan asli daerah (PAD) yang masih rendah.
Hal ini dikarenakan 80 persen wilayah Kabupaten Tambrauw masih masuk dalam kawasan konservasi atau cagar alam sehingga tidak bisa dilakukan pembangunan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Tambrauw Yan Sundoi mengatakan, untuk menjawab persoalan itu butuh seorang pemimpin yang kreatif dan inovatif serta kemandirian dalam berpikir untuk kemajuan daerah tersebut.
Menurutnya, NasDem akan bersama Pemerintah daerah dalam mendorong sektor-sektor unggulan baru dalam rangka menggenjot pendapat asli daerah (PAD).
Diakui Yan, Tambrauw merupakan daerah baru yang 80 persen wilayahnya cagar alam atau konservasi dan butuh pembangunan nyata.
“Butuh pemimpin yang kreatif, inovatif dan kritis untuk melihat daerah Tambrauw mendorong potensi lokal yang harus dikembangkan seperti paket wisata, pertanian, peternakan dan lainnya sehingga walaupun daerah konservasi tetapi masyarakat bisa hidup,” ungkap Yan Sundoy kepada wartawan usai mengikuti Rakernas I Partai NasDem tahun 2025 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (10/8/2025).
Alumni Akademi Bela Negara Partai NasDem itu menegaskan bahwa figur pemimpin kreatif selaras dengan tema Rakernas “Kemandirian Berpikir Demi Kemajuan Bangsa”.
Partai NasDem akan bersama Pemda menyamakan pikiran, ide dan gagasan membangun Kabupaten Tambrauw lebih maju dan berkembang.
Pasalnya, Bupati dan Ketua DPRK Tambrauw merupakan kader militan Partai NasDem sehingga tentunya memiliki pikiran kreatif dan inovatif dalam pembangunan kedepan.
Ketua DPRK Tambrauw Yan Sundoy mengungkan tema Rakernas I Partai NasDem 2025 ini sangat penting diterjemahkan dan diimplementasikan di daerahnya.
“Di daerah itu selain potensi pasti ada masalah dengan kemandirian berpikir maka dapat mengatasi masalah tersebut,” pungkasnya.
KENN























