Koreri.com, Ambon – Anggota DPR RI Saadiah Uluputty berkesempatan menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Maluku. Sebuah momentum bersejarah yang bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh anak negeri.
Dikatakannya, Maluku adalah provinsi tertua di Indonesia, namun dalam perjalanannya sering disebut sebagai soko guru bangsa yang terlupakan.
“Kita pernah tertatih oleh trauma sejarah, gamang menatap masa depan, bahkan kerap dipinggirkan dalam arus besar pembangunan nasional. Namun, justru di situlah letak kekuatan kita: Maluku selalu mampu bangkit, merajut harmoni, dan menghadirkan keteladanan bagi Indonesia,” ujar Saadiah Uluputy kepada awak media seusai upacara HUT ke 80 Provinsi Maluku, Selasa (19/5/2025).
Menurutnya, tema peringatan tahun ini “Merajut Harmoni Membangun Negeri”, begitu relevan. Hal itu mengingat Maluku adalah cermin kebinekaan yang hidup, tempat persaudaraan tumbuh dari laut, tanah, dan langit yang sama.
Tiga nilai warisan leluhur yang ditinggalkan yaitu semangat persatuan, sikap rela berkorban, dan cinta kepada negeri adalah modal dasar untuk membawa Maluku melangkah lebih jauh.
“Sebagai Anggota DPR RI Komisi V, saya menyadari bahwa memperjuangkan Maluku berarti memperjuangkan konektivitas antar-pulau, infrastruktur dasar, transportasi, dan mitigasi bencana,” papar Saadiah.
Karena di provinsi kepulauan ini, jalan, jembatan, dermaga, dan bandara bukan sekadar beton dan aspal, mereka adalah urat nadi kehidupan, penghubung asa, dan jembatan menuju keadilan sosial.
Di usia 80 tahun ini, Politisi PKS ini mengaku percaya dan optimis Maluku mampu berdiri tegak sebagai bagian penting dari Indonesia. Maluku bukanlah halaman belakang, melainkan beranda depan negeri, yang kaya lautnya, kuat budayanya, dan teguh iman masyarakatnya.
“Dirgahayu ke-80 Provinsi Maluku!” ucapnya;
“Mari kita terus merajut harmoni, membangun negeri, dan menjadikan Maluku lebih maju, lebih adil, dan lebih sejahtera untuk generasi mendatang,” pungkas Saadiah.
RLS






























