Koreri.com, Aimas – Program prioritas Gubernur Papua Barat Daya di bidang kesehatan daerah mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) setempat.
Komisi IV DPRP Papua Barat Daya yang bermitra dengan Dinas Kesehatan memberikan atensi khusus mengawal hingga tuntas.
Untuk program prioritas Gubernur Papua Barat Daya yaitu 1000 hari pertama kehidupan, bantuan beasiswa kedokteran spesialis khusus orang asli Papua (OAP), selanjutnya stunting ditambah dengan makanan tambahan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRP PBD David Sedik mengatakan untuk mendukung program prioritas kepala daerah tersebut, pihaknya akan menyiapkan rancangan peraturan daerah khusus (Raperdasus) agar menjadi dasar hukum pelaksanaan pelayanan kesehatan di provinsi ini.
“Supaya orang berobat gratis di Papua Barat Daya bagaimana caranya terutama untuk orang asli Papua sudah ada regulasi yang mengatur. Kita dorong agar ada kartu Papua Barat Daya sehat,” jelas David Sedik kepada Koreri.com usai mengikuti pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker KESDA) PBD di Malak Ballroom ACC Hotel Aimas, Kabupaten Sorong, Selasa (26/8/2025).
Politisi Hanura ini mengungkapkan, orang sakit di provinsi ke 38 ini sangat banyak. Kemudian untuk menjalani pengobatan di fasilitasi kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit sering dipersulit.
Legislator PBD ini mengungkapkan saat melakukan reses ke daerah pemilihan maupun kunjungan kerja Dewan ke kabupaten lainnya telah menemukan adanya kebolongan pelayanan kesehatan.
Misalnya ada gedung puskesmas tetapi sarana prasarana kesehatan lainnya, tenaga kesehatan dan obat-obatan sering kosong stoknya. Hal ini ditemuinya pada daerah pedalaman Provinsi PBD.
Anggota Bapemperda DPRP PBD itu mengingatkan kepala Dinas Kesehatan sebagai OPD teknis agar selalu menyiapkan ketersediaan obat-obatan pada setiap faskes terutama di daerah pedalaman sesuai dengan kebutuhan agar tidak menyulitkan masyarakat kecil.
Hal ini guna mengantisipasi bagi ibu hamil yang membutuhkan pertolongan kemudian stunting dan program pelayanan kesehatan lainnya.
“Kita harapkan dengan program Papua Barat Daya sehat kedepan dokter sudah datang ke rumah untuk memberikan pelayanan kesehatan tidak perlu antre di rumah sakit atau puskesmas lagi apalagi pasien yang sakitnya darurat,” tegasnya.
Regulasi yang akan didorong DPRP diharapkan akan mempermudah masyarakat untuk berobat gratis pada semua tingkatan fasilitas kesehatan.
KENN
